Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • SERIES
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Aksi Ibu Berisik Keluhkan Dampak Kebijakan Pemerintah terhadap...
Brutalitas Aparat dalam Aksi Sumpah Pemuda Yogyakarta
Aksi Sumpah Pemuda Yogyakarta Keluhkan Berbagai Kebijakan Pemerintah
Isu Pembungkaman Driver Maxim Jogja di RDPU Berakhir...
Aksi DPRD DIY Berujung Represi oleh Polisi dan...
Rektorat UGM Enggan Tanda Tangani MoU Penyelesaian Isu...
Diskusi “Apa Rakyat Bisa Salah” Soroti Ilusi Demokrasi...
Diskusi “Jogja Istimewa” Soroti Kemiskinan dan Penggusuran Warga...
Kiri yang Diabaikan
Corporate Farming: Revolusi Hijau Seri Dua?

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • SERIES
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
KILAS

Dominasi Sentimen Negatif Warganet Dalam Pemilu Pilpres 2024

April 3, 2024

©Nabillah/Bal

Perkumpulan Analis Risiko dan Penyelesaian Konflik (PARES) Indonesia mengadakan rilis hasil riset big data yang bertajuk “Sebulan Pasca Pencoblosan: Persepsi Netizen atas Pemilu 2024” pada Senin (01-04). Penelitian ini menggunakan analisis big data dari media sosial Twitter yang sekarang disebut X guna mencari tahu persepsi masyarakat terhadap pemilihan umum (Pemilu). Dimoderatori oleh Devy Dian Cahyati selaku Koordinator Penelitian PARES, diskusi ini menghadirkan tiga pembicara lainnya, yaitu Fandy Arrifqi sebagai Kepala Departemen Penelitian PARES; Mada Sukmajati sebagai Ahli Tata Kelola Pemilihan Umum (Pemilu); dan Arga Pribadi Imawan sebagai Kepala Departemen Penelitian PARES.

Fandy memaparkan materi hasil riset mengenai persepsi warganet terhadap Pemilu tahun 2024, terutama pasangan calon (paslon) Prabowo-Gibran. Ia menambahkan bahwa data yang dikumpulkan melalui platform sosial media X sudah dikumpulkan sejak 14 Februari hingga 20 Maret dan sudah disaring terlebih dahulu. “Kenapa kita memilih Twitter karena Twitter adalah media sosial berbasis teks, jadi kita bisa melihat wacana dan isu yang lagi dibahas masyarakat,” tutur Fandy.

Selanjutnya, Fandy menjelaskan bahwa berdasarkan data yang dikumpulkan, sentimen yang dikaitkan kepada Prabowo dan Gibran kebanyakan netral dan negatif. “Bisa dilihat sentimen negatifnya paling banyak, sampai 43 persen, sedangkan sentimen positifnya 19 persen. Di sisi lain, sentimen netral mencapai 43 persen,” ungkapnya. Setelah itu, Fandy menyatakan bahwa jika sentimen netral tidak diperhitungkan sebagai sebuah variabel, sentimen negatif jelas lebih besar daripada sentimen positif.

Fandy lanjut menyebutkan bahwa kata kunci yang membantu meningkatkan engagement dari paslon Prabowo-Gibran cukup banyak. Ia menemukan bahwa wacana seperti kecurangan pemilu dan intervensi Jokowi kerap dikaitkan dengan paslon 02 itu. “Yang paling banyak diperbincangkan di Twitter, bisa dilihat, yang paling banyak pertama, Prabowo; kedua, Gibran; ketiga, Jokowi,” ujar Fandy.

©Adrian/Bal

Menanggapi Fandy, Arga memberikan penilaian bahwa sentimen negatif yang dilontarkan kepada paslon Prabowo-Gibran malah menghasilkan engagement yang tinggi. Ia justru melihatnya menjadi peluang untuk mencari simpati masyarakat. “Walaupun narasi dan sentimen negatif selama itu menghasilkan engagement yang tinggi, maka dia memiliki peluang yang cukup besar untuk memenangkan kontestasi,” tegas Arga.

Mada juga merasa bahwa euforia kemenangan Prabowo dan Gibran tidak meriah meskipun pemilu ini diselesaikan dengan satu putaran saja. “Satu putaran itu pencapaian luar biasa, tapi selebrasi masyarakat malah biasa saja,” ucapnya. Mada menilai bahwa anggapan kepemimpinan selanjutnya tidak terlalu beda dari pemerintahan sebelumnya menjadi alasan kecilnya euforia di sosial media. 

Selanjutnya, Fandy menuturkan beberapa akun yang membangun citra Prabowo, seperti @partaisocmed, memiliki frekuensi paling banyak menyebut prabowo meski tergolong akun non-media massa. Di lain sisi, Gibran lebih berusaha untuk membuat dialog bersama para netizen melalui akun pribadinya. “Karena lebih muda, ia [Gibran-red] supel, tidak seperti Prabowo yang lebih susah,” cakap Fandy.

Selain itu, Fandy menyampaikan temuan mengenai akun X Kementerian Pertahanan, @Kemhan_ri, yang cukup getol memberitakan kegiatan Prabowo sebagai seorang menteri. Alih-alih memberitakan kegiatan kementerian sebagai sebuah badan organisasi, cuitan yang muncul justru lebih Prabowo sentris. “Bisa dibilang ini membantu dalam membentuk citra Prabowo,” ungkapnya.

Sementara itu, Arga menjelaskan bahwa saat ini kita berada dalam kondisi politik yang sangat drama. Ia melihat bahwa sisi-sisi menyedihkan paslon ditujukan kepada netizen untuk menaikkan engagement. “Layaknya sinetron, skripnya sudah disiapkan dan hanya menjual sisi yang komersial,” sindir Arga.

Reporter: Achtar Khalif Firdausy, Ester Veny, Fanni Calista, dan Muhammad Adrian Firmansyah
Penulis: Achtar Khalif Firdausy dan Fanni Calista
Penyunting: Catharina Maida
Ilustrator: Nabillah Faisal Azzahra
Fotografer: Muhammad Adrian Firmansyah


Tulisan ini telah melalui proses penyuntingan ulang dengan mempertimbangkan pedoman media siber.

Redaksi

See author's posts

0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Aksi Ibu Berisik Keluhkan Dampak Kebijakan Pemerintah terhadap...

Brutalitas Aparat dalam Aksi Sumpah Pemuda Yogyakarta

Aksi Sumpah Pemuda Yogyakarta Keluhkan Berbagai Kebijakan Pemerintah

Isu Pembungkaman Driver Maxim Jogja di RDPU Berakhir...

Aksi DPRD DIY Berujung Represi oleh Polisi dan...

Rektorat UGM Enggan Tanda Tangani MoU Penyelesaian Isu...

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Aksi Ibu Berisik Keluhkan Dampak Kebijakan Pemerintah terhadap Perempuan

    November 2, 2026
  • Brutalitas Aparat dalam Aksi Sumpah Pemuda Yogyakarta

    November 1, 2026
  • Aksi Sumpah Pemuda Yogyakarta Keluhkan Berbagai Kebijakan Pemerintah

    November 1, 2026
  • Isu Pembungkaman Driver Maxim Jogja di RDPU Berakhir Buntu

    Oktober 25, 2026
  • Aksi DPRD DIY Berujung Represi oleh Polisi dan Terduga Preman

    Oktober 25, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM