Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • SERIES
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Diskusi “Apa Rakyat Bisa Salah” Soroti Ilusi Demokrasi...
Diskusi “Jogja Istimewa” Soroti Kemiskinan dan Penggusuran Warga...
Kiri yang Diabaikan
Corporate Farming: Revolusi Hijau Seri Dua?
Joko Susilo: Gerakan Mahasiswa Perlu Lampaui Fragmentasi Neoliberal
Penghidupan Warga Kampung Laut dalam Bayang Perampasan Lahan
Akademisi dan Mahasiswa Soroti Mahalnya UKT Hingga Ketidakpastian...
Amarah Ibu Berisik atas Kekacauan Program MBG yang...
Massa Aksi Tuntut Polda DIY Usut Tuntas Tuduhan...
Premanisme Negara dalam Aksi Okupasi Simpang Gramedia

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • SERIES
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
KILAS

Perayaan Enam Tahun Penolakan NYIA

April 17, 2018

@Jihad/Bal

Minggu (15-4), kalimat takbir, tahmid, tasbih, serta selawat menggema di desa Palihan, Temon, Kulon Progo. Gema tersebut terdengar dari perayaan enam tahun penolakan New Yogyakarta International Airport (NYIA). Perayaan tersebut dihadiri oleh warga penolak NYIA yang tergabung dalam Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulon Progo (PWPP-KP). Selain itu, relawan solidaritas dan warga lain yang berhadap-hadapan dengan penggusuran juga menghadiri perayaan tersebut. Misalnya, Widodo yang mewakili Paguyuban Petani Lahan Pantai Kulon Progo dan Kawit, salah satu warga pesisir Parangkusumo.

Perayaan tersebut tidak hanya berisi doa bersama dan potong tumpeng, tetapi juga orasi dari berbagai perwakilan organisasi dan acara musik. Pada awal acara, Mudjiyanto selaku warga penolak NYIA menegaskan penolakannya yang tanpa syarat terhadap bandara. “Perjuangan ini adalah perjuangan untuk mempertahankan hak anak cucu kita. Semoga penolakan kita mendapat rahmat dan barakah dari Allah,” terangnya.

Senada dengan Mudjiyanto, Teguh Purnomo selaku kuasa hukum PWPP-KP, menegaskan bahwa perjuangan petani Temon adalah perjuangan untuk mempertahankan hak yang dirampas oleh pembangunan cacat secara hukum. Menurutnya, mekanisme konsinyasi cacat hukum karena warga penolak belum menyerahkan tanah beserta rumahnya. Bahkan pada 2017 lalu, jendela-jendela rumah warga tetap dirusak oleh oknum aparat keamanan. “Petani yang menolak bukanlah warga yang ingin menumpuk kekayaan, melainkan warga yang ingin berjuang untuk orang di sekelilingnya,” tambah Teguh.

Selain itu, menurut Ustaz Sofyan selaku warga penolak NYIA, perjuangan mempertahankan hak selama enam tahun bukanlah hal yang mudah. Baginya, bukan wadah yang terpenting, tetapi semangat menolak NYIA. Sofyan pun menambahkan bahwa banyak intimidasi yang telah dialami oleh warga, tetapi warga tetap sabar dan semangat untuk menolak NYIA. “Meski listrik kita dicabut oleh PLN dan kembali pada tahun-tahun ketika listrik belum sampai di desa ini, kita tetap semangat menolak NYIA,” ucap Sofyan.

Sutrisno, salah satu warga penolak NYIA juga menambahkan bahwa tindakan intimidasi tidak hanya pemutusan listrik. Menurutnya, pohon-pohon kelapa yang ditanami warga dirubuhkan dengan ekskavator-ekskavator milik PT. Angkasa Pura I. “Selain itu, warga menjaga jalan agar tidak dipagari, malah tetap dipagari oleh PT. Angkasa Pura I,” terangnya.

Menambahkan Sofyan, Kawit dalam orasinya menyatakan bahwa perayaan ini juga berfungsi untuk menyatukan persepsi antar warga. Hal itu dilakukan untuk mempertahankan semangat penolakan terhadap NYIA. Senada dengan Kawit, Widodo berpesan agar warga penolak tetap menjaga komunikasi dan koordinasi. “Kita sekarang ditindas oleh Negara. Jangan sampai kita ditindas terus-menerus,” terangnya.

Selain itu, Teguh berpesan bahwa merajut hubungan dengan gerakan-gerakan penolakan lain juga menjadi hal yang penting untuk menyemai semangat mempertahankan hak warga. “Petani-petani di Setrojenar juga mengalami hal yang sama. Tanah-tanah mereka diklaim oleh TNI AD untuk latihan perang-perangan,” terangnya. Ia pun berharap bahwa gerakan-gerakan di masyarakat dapat merajut kesamaan perjuangan dengan yang lain.

Penulis: Luthfian Haekal
Editor: Bernard Evan

Redaksi

See author's posts

penolakan NYIAperampasan hak wargaPWPP-KPwarga Temon
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Diskusi “Apa Rakyat Bisa Salah” Soroti Ilusi Demokrasi...

Diskusi “Jogja Istimewa” Soroti Kemiskinan dan Penggusuran Warga...

Akademisi dan Mahasiswa Soroti Mahalnya UKT Hingga Ketidakpastian...

Amarah Ibu Berisik atas Kekacauan Program MBG yang...

Massa Aksi Tuntut Polda DIY Usut Tuntas Tuduhan...

Premanisme Negara dalam Aksi Okupasi Simpang Gramedia

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Diskusi “Apa Rakyat Bisa Salah” Soroti Ilusi Demokrasi di Indonesia

    Oktober 17, 2026
  • Diskusi “Jogja Istimewa” Soroti Kemiskinan dan Penggusuran Warga DIY

    Oktober 5, 2026
  • Kiri yang Diabaikan

    Oktober 1, 2026
  • Corporate Farming: Revolusi Hijau Seri Dua?

    September 24, 2026
  • Joko Susilo: Gerakan Mahasiswa Perlu Lampaui Fragmentasi Neoliberal

    September 24, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM