Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • SERIES
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Kiri yang Diabaikan
Corporate Farming: Revolusi Hijau Seri Dua?
Joko Susilo: Gerakan Mahasiswa Perlu Lampaui Fragmentasi Neoliberal
Penghidupan Warga Kampung Laut dalam Bayang Perampasan Lahan
Akademisi dan Mahasiswa Soroti Mahalnya UKT Hingga Ketidakpastian...
Amarah Ibu Berisik atas Kekacauan Program MBG yang...
Massa Aksi Tuntut Polda DIY Usut Tuntas Tuduhan...
Premanisme Negara dalam Aksi Okupasi Simpang Gramedia
Aksi “Agustus Gelap” Desak Pemerintah Tuntaskan Persoalan Rakyat
Taufiqurrahman: Produksi Pengetahuan Tanpa Komersialisasi Bukan Upaya Mustahil

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • SERIES
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
ANALEKTABINGKAI

Lalu-lalang di Pelabuhan Ujung Barat Kepulauan Indonesia

Desember 2, 2016

dsc_0436-copy-001-copy

dsc_0456-copy-001-copy

 

Pelabuhan Balohan, Sabang menjadi ramai ketika Kapal Motor Penyeberangan (KMP) BRR bertolak dari dermaga menuju Aceh pada Sabtu siang, (19/11). Tidak hanya ramai oleh petugas yang lalu lalang, tetapi juga kendaraan yang menyemut menanti gilliran masuk ke dalam lambung kapal. Beberapaa truk muatan logistik, sayur melintasi jembatan penyeberangan. Pelabuhan Balohan telah menjadi pelabuhan perdagangan yang strategis sejak terusan Zues dibuka dan laut Malaka menjadi jalur perdagangan dunia. Pada masa kolonial, pelabuhan Balohan memiliki nama Sabang Maatschappij (1895).

dsc_0477-copy-001-copy

dsc_0486-copy-001-copy

dsc_0469-copy-001-copy

 

Anak-anak lokal berusia sekitar 8-12 tahun bergerombol di trestel ujung dermaga. Teriknya matahari, tak menyurutkan semangat mereka untuk menceburkan diri ke air laut yang jernih. Satu, dua tangan penumpang terjulur dari dekkapal sembari melemparkan uang koin. Atraksi salto dan berburu koin di dasar laut dari anak-anak Balohan menjadi tontonan pengunjung pulau Weh. Di satu sisi, anak-anak sebayanya yang berada di atas geladak kapal menyangga pipi mereka dengan kedua tangan. Menyaksikan anak-anak Balohan menyelam ke dasar laut, satau mengapung, bermain kecipak air.Terkadang, teriakan mereka bersaing dengan peluit penanda keberangkatan kapal. “Lemparkan uang kertas,” kata mereka sambil tengadah. Beberapa penumpang menyanggupi dengan syarat bahwa mereka harus berada di ujung trestel. Lagi, mereka berlomba salto ketika lembaran uang kertas melayang ketika kapal berderak menjauh dari pelabuhan Balohan. Teriakan gembira anak-anak Balohan bergaung ketika mendapatkan lembaran uang tersebut, dan lambaian tangan mengantar KMP BRR mengarungi selat antara pulau Sabang-Banda Aceh dua jam kemudian.

 

Foto dan Teks: Khumairoh

Administrator

See author's posts

acehanalektaesai foto
1
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

MBG untuk siapa

Ayo Main Kejar-Kejaran!

Pelindung atau Musuh dalam Selimut?

Tertiban Pemimpin, Sakit

Rubuh Perkara Industrialisasi

Apakah ada Hari Esok untuk Aku Meminum Obat

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Kiri yang Diabaikan

    Oktober 1, 2026
  • Corporate Farming: Revolusi Hijau Seri Dua?

    September 24, 2026
  • Joko Susilo: Gerakan Mahasiswa Perlu Lampaui Fragmentasi Neoliberal

    September 24, 2026
  • Penghidupan Warga Kampung Laut dalam Bayang Perampasan Lahan

    September 18, 2026
  • Akademisi dan Mahasiswa Soroti Mahalnya UKT Hingga Ketidakpastian Lapangan Kerja

    September 15, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM