Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • SERIES
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Diskusi “Jogja Istimewa” Soroti Kemiskinan dan Penggusuran Warga...
Kiri yang Diabaikan
Corporate Farming: Revolusi Hijau Seri Dua?
Joko Susilo: Gerakan Mahasiswa Perlu Lampaui Fragmentasi Neoliberal
Penghidupan Warga Kampung Laut dalam Bayang Perampasan Lahan
Akademisi dan Mahasiswa Soroti Mahalnya UKT Hingga Ketidakpastian...
Amarah Ibu Berisik atas Kekacauan Program MBG yang...
Massa Aksi Tuntut Polda DIY Usut Tuntas Tuduhan...
Premanisme Negara dalam Aksi Okupasi Simpang Gramedia
Aksi “Agustus Gelap” Desak Pemerintah Tuntaskan Persoalan Rakyat

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • SERIES
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
KABARNALARPOLLING

Kegiatan Mahasiswa Dibatasi

Mei 31, 2011

polling jam malam

Dalih ketertiban dan kedisiplinan seringkali dijadikan senjata oleh rektorat untuk membuat kebijakan. Salah satunya ialah pembatasan waktu kegiatan mahasiswa. Dalam Surat Keputusan (SK) Rektor Nomor 1026/P/SKKK/2001 menyebutkan, segala kegiatan di kampus dibatasi hanya sampai pukul 21.00. Di atas jam tersebut, kegiatan mahasiswa harus mengantongi izin.

Tahun 2006, lima tahun setelah SK jam malam diterbitkan, SK ditegaskan pada bulan Maret dan Juni. Waktu pembatasan yang dicantumkan pun berubah menjadi pukul 22.00. Kemudian, SK kembali ditegaskan melalui surat yang diedarkan tertanggal 15 April 2011 (Balkon, 6 Juni 2011). Penegasan kali ini dilakukan oleh Satuan Keamanan dan Ketertiban Kampus (SKKK) UGM dengan melampirkan surat bernomor 1026/P/SKKK/2006 tertanggal 1 Maret 2006.

Namun, seperti halnya kebijakan-kebijakan rektorat lainnya, kebijakan kali ini tentu saja belum bisa dianggap rampung begitu saja. Terutama ketika dalam proses implementasinya yang melibatkan seluruh civitas akademik. Pasalnya, kebijakan ini hingga sekarang pun masih menuai pro dan kontra. Pihak yang kontra dengan kebijakan ini diantaranya adalah mereka yang menekuni bidang non-akademik, yakni para pegiat UKM. Ketidaksetujuan mereka sampaikan dengan berbagai alasan. Salah satunya karena di siang hari para anggotanya mempunyai kegiatan dan rutinitas masing-masing.  (Balkon, 6 Juni 2011)

Menanggapi kontra kebijakan pembatasan waktu kegiatan mahasiswa ini, Divisi Riset BPPM Balairung mengadakan polling terhitung mulai tanggal 5 sampai dengan 26 Mei 2011. Polling ini menggunakan metode non-probability sampling, yang berarti setiap orang berhak menjadikan dirinya responden. Pertanyaan yang diajukan adalah: “ Setujukah anda dengan diberlakukannya  jam malam di UGM?“. Polling ini berhasil menjaring 96 suara. Dari seluruh responden yang mengikuti polling, sebesar 63,54% menyatakan tidak setuju, 31,25% menyatakan setuju, dan 5.21% menyatakan tidak tahu.

Hasil polling diatas setidaknya tidak dimaksudkan untuk menggambarkan bagaimana tanggapan responden terhadap penerapan jam malam di wilayah UGM. Dengan suara mayoritas menyatakan ketidaksetujuannya terhadap pemberlakuan jam malam, . Hal tersebut dikarenakan jam malam yang diterapkan cukup menghambat keaktifan mahasiswa baik itu dalam kegiatan perkuliahan maupun non-perkuliahan.

Seringkali dijumpai mahasiswa yang memanfaatkan kampus sebagai tempat mengerjakan tugas kuliah. Tidak hanya itu, waktu yang dibutuhkan pun kerap kali sampai malam hari. Namun, pemberlakuan jam malam tersebut pada akhirnya cukup menghambat. Bagi mahasiswa yang berkegiatan malam hari di UGM, diharuskan mengantongi surat izin dari SKKK. Terlebih jika terdapat kegiatan non- akademik yang berlangsung hingga malam, seperti kegiatan UKM maupun HMJ.

Dengan demikianUGM sebaiknya melakukan pengkajian ulang mengenai pemberlakuan jam malam mengingat efek domino yang dihasilkan. Penutupan yang dilakukan oleh pihak UGM terhadap akses keluar-masuk UGM tersebut dapat menjadi penyulut berkembangnya citraeksklusif bagi UGM. Padahal, akses jalan yang ditutup oleh pihak UGM merupakan akses yang cukup ramai dilewati oleh masyarakat. UGM menjadi dianggap lebih tertutup, terlebih jika telah masuk malam hari.

Memang, tujuan yang disematkan pada kebijakan pemberlakuan jam malam tersebut merupakan hal yang positif, yaitu keamanan dan ketertiban UGM. Namun jika kebijakan tersebut pada akhirnya menimbulkan efek negatif seperti terhambatnya aktivitas mahasiswa, tentu kebijakan tersebut menjadi sebuah anomali.  ujung-ujungnya, aktivitas positif mahasiswa kembali terhambat oleh pembatasan waktu dari pihak UGM. [Dhatu, Ulum]

Administrator

See author's posts

jam malampembatasanugm
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Joko Susilo: Gerakan Mahasiswa Perlu Lampaui Fragmentasi Neoliberal

Suci Lestari Yuana: Ojol sedang Dijajah

Hajriansyah: Seni Realisme Revolusioner Lukiskan Semangat Perlawanan Rakyat

Muhidin M. Dahlan: Ekosistem Aktivis Pengaruhi Disorientasi Aktivisme

Firhandika Santury: Perjuangan Hak Pekerja Seks Bukan Sekadar...

Fatia Maulidiyanti: Penempatan Militer di Papua Itu Ilegal

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Diskusi “Jogja Istimewa” Soroti Kemiskinan dan Penggusuran Warga DIY

    Oktober 5, 2026
  • Kiri yang Diabaikan

    Oktober 1, 2026
  • Corporate Farming: Revolusi Hijau Seri Dua?

    September 24, 2026
  • Joko Susilo: Gerakan Mahasiswa Perlu Lampaui Fragmentasi Neoliberal

    September 24, 2026
  • Penghidupan Warga Kampung Laut dalam Bayang Perampasan Lahan

    September 18, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM