Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • SERIES
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Isu Pembungkaman Driver Maxim Jogja di RDPU Berakhir...
Aksi DPRD DIY Berujung Represi oleh Polisi dan...
Rektorat UGM Enggan Tanda Tangani MoU Penyelesaian Isu...
Diskusi “Apa Rakyat Bisa Salah” Soroti Ilusi Demokrasi...
Diskusi “Jogja Istimewa” Soroti Kemiskinan dan Penggusuran Warga...
Kiri yang Diabaikan
Corporate Farming: Revolusi Hijau Seri Dua?
Joko Susilo: Gerakan Mahasiswa Perlu Lampaui Fragmentasi Neoliberal
Penghidupan Warga Kampung Laut dalam Bayang Perampasan Lahan
Akademisi dan Mahasiswa Soroti Mahalnya UKT Hingga Ketidakpastian...

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • SERIES
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
KONTRIBUSIKontribusi: BencanaSASTRA

Yang Pernah Berjanji Baik-baik Saja

Maret 3, 2021

Awal tahun
Kesedihanmu masih membiru
Keinginan manusia semakin memburu
Bukankah kau berjanji baik-baik saja tahun lalu?

Manusia semakin beringas
Tak ingin segera bergegas
Dihempas ombak timur,
Lari,
Lari,
Pontang-panting

Dentuman jantungmu,
Riuh,
Riuh,
Ditambah teriakan para penghunimu:
Gaduh

Kau pernah berjanji baik-baik saja tahun lalu,
Manusia yang tak segera membaik, ucapmu

Tumbang,

Hektare lahan,
Kosong,
Dibangun griya,
Maksudku sebuah tenda,
Ah, sebut saja griya,
Kelak akan nyaman,
Terbiasa dengan alas tanah,
Tapak kaki,
Patok di sudut-sudut,

Mereka berkumpul
Entah bersama siapa
Namun asanya sama

Menguap doa-doa
Dari telapak,
Air mata,
Bibirmu yang tak berhenti berucap,
Amin,
Walaupun perihal doa tak pernah ada,
Yang cukup

Penulis: Cindy Gunawan

Tulisan ini merupakan salah satu karya kontribusi dalam “Bersama Menyeka Duka Ibu Pertiwi”, sebuah proyek galang dana yang bekerja sama dengan Clapeyron, BPPM Balairung, BPPM Equilibrium, Cifound, dan Entropi.
Terdapat tulisan-tulisan kontribusi lainnya yang bisa diakses melalui laman kami.

Administrator

See author's posts

bencana alam
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Ruang-Ruang Untuk Kami dan Puisi-Puisi Lainnya

Rumah Api

Jejak Tan dan Puisi-Puisi Lainnya

Kota Kata

Cita-Cita Karima

Surat Pengadilan

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Isu Pembungkaman Driver Maxim Jogja di RDPU Berakhir Buntu

    Oktober 25, 2026
  • Aksi DPRD DIY Berujung Represi oleh Polisi dan Terduga Preman

    Oktober 25, 2026
  • Rektorat UGM Enggan Tanda Tangani MoU Penyelesaian Isu Kampus saat Hearing

    Oktober 23, 2026
  • Diskusi “Apa Rakyat Bisa Salah” Soroti Ilusi Demokrasi di Indonesia

    Oktober 17, 2026
  • Diskusi “Jogja Istimewa” Soroti Kemiskinan dan Penggusuran Warga DIY

    Oktober 5, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM