Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • SERIES
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Corporate Farming: Revolusi Hijau Seri Dua?
Joko Susilo: Gerakan Mahasiswa Perlu Lampaui Fragmentasi Neoliberal
Penghidupan Warga Kampung Laut dalam Bayang Perampasan Lahan
Akademisi dan Mahasiswa Soroti Mahalnya UKT Hingga Ketidakpastian...
Amarah Ibu Berisik atas Kekacauan Program MBG yang...
Massa Aksi Tuntut Polda DIY Usut Tuntas Tuduhan...
Premanisme Negara dalam Aksi Okupasi Simpang Gramedia
Aksi “Agustus Gelap” Desak Pemerintah Tuntaskan Persoalan Rakyat
Taufiqurrahman: Produksi Pengetahuan Tanpa Komersialisasi Bukan Upaya Mustahil
LPM Philosofis Hadapi Ancaman Pembubaran oleh Dekanat

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • SERIES
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
KABARKILAS

Indonesia dalam Ketidakpastian Tujuan

Oktober 3, 2014
©Ahmad

©Ahmad

“Sulit memperkirakan ke mana Indonesia akan melangkah,” ujar Goenawan Muhammad dalam “Destination Unknown”, program utama dari Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) di Neka Art Museum yang berlokasi di Jalan Raya Sanggingan, Ubud, Gianyar, Bali. Program ini sekaligus membuka serangkaian program lain selama empat hari ke depan, 2-5 Oktober. Sudah kesebelas kali UWRF diadakan dan menjadi ajang para penulis dari berbagai belahan dunia untuk berkumpul dan bertukarpikiran.

Goenawan menyoroti rumor yang berkembang menjelang pemilihan, salah satunya tentang Joko Widodo, presiden terpilih, yang dikabarkan keturunan Cina. Banyak orang meyakini rumor itu benar. Menurutnya, hal ini merupakan cerminan pola pikir masyarakat yang buruk. Selain itu, Azyumardi menerangkan, Prabowo berhasil mencitrakan dirinya dan membuat parpol islam merapat dengan dirinya.

Namun, Elizabeth Pisani berpendapat lain. Menurutnya, kini masyarakat memiliki kewaspadaan yang tinggi terhadap atmosfer perpolitikan yang berkembang. “Jika kau duduk di suatu tempat, maka banyak orang sedang membicarakan berita yang dikabarkan media,” terangnya. Hal ini, menurutnya, adalah satu cerminan positif. Setidaknya partisipasi politik masyarakat mulai meningkat.

“Saat ini, menurut saya yang membahayakan adalah wacana revisi UU KPK oleh Koalisi Merah Putih,” terang Azyumardi Azra. Hal ini dapat berpotensi menyia-nyiakan perjuangan bertahun-tahun melawan korupsi. RUU Pilkada yang telah disahkan dan para pemimpin parpol koalisi yang menduduki jabatan penting di DPR menandakan betapa kuatnya koalisi ini.

“Lalu apa yang bisa dilakukan Jokowi?” tanya Janet Steele selaku moderator. Goenawan berpendapat, Jokowi memiliki relawan yang benar-benar loyal tanpa harus ada embel-embel uang. Bukan uang yang mengumpulkan ribuan orang di Gelora Bung Karno dalam Konser Salam Dua Jari beberapa waktu lalu. Belum lagi melihat para musisi besar yang berkoalisi mendukung dirinya. [Ahmad Syarifudin]

Administrator

See author's posts

goenawanKPKmohammaduuuwrf
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Akademisi dan Mahasiswa Soroti Mahalnya UKT Hingga Ketidakpastian...

Amarah Ibu Berisik atas Kekacauan Program MBG yang...

Massa Aksi Tuntut Polda DIY Usut Tuntas Tuduhan...

Premanisme Negara dalam Aksi Okupasi Simpang Gramedia

Aksi “Agustus Gelap” Desak Pemerintah Tuntaskan Persoalan Rakyat

LPM Philosofis Hadapi Ancaman Pembubaran oleh Dekanat

1 komentar

joni Oktober 4, 2014 - 04:03

goenawan mohammad ki sopo?azumyardi azra ki sopo?janet stele? oh ini beritanya tentang potongan secuil omongan-omongan mereka ya? atau tentang pembukaan?kok bingung ya saya?

Reply

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Corporate Farming: Revolusi Hijau Seri Dua?

    September 24, 2026
  • Joko Susilo: Gerakan Mahasiswa Perlu Lampaui Fragmentasi Neoliberal

    September 24, 2026
  • Penghidupan Warga Kampung Laut dalam Bayang Perampasan Lahan

    September 18, 2026
  • Akademisi dan Mahasiswa Soroti Mahalnya UKT Hingga Ketidakpastian Lapangan Kerja

    September 15, 2026
  • Amarah Ibu Berisik atas Kekacauan Program MBG yang Tak Terusik

    September 12, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM