Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • SERIES
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Corporate Farming: Revolusi Hijau Seri Dua?
Joko Susilo: Gerakan Mahasiswa Perlu Lampaui Fragmentasi Neoliberal
Penghidupan Warga Kampung Laut dalam Bayang Perampasan Lahan
Akademisi dan Mahasiswa Soroti Mahalnya UKT Hingga Ketidakpastian...
Amarah Ibu Berisik atas Kekacauan Program MBG yang...
Massa Aksi Tuntut Polda DIY Usut Tuntas Tuduhan...
Premanisme Negara dalam Aksi Okupasi Simpang Gramedia
Aksi “Agustus Gelap” Desak Pemerintah Tuntaskan Persoalan Rakyat
Taufiqurrahman: Produksi Pengetahuan Tanpa Komersialisasi Bukan Upaya Mustahil
LPM Philosofis Hadapi Ancaman Pembubaran oleh Dekanat

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • SERIES
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
KABARKILAS

Dari Yogya untuk Palestina

Maret 31, 2012

2

© jojo. bal

© jojo. bal

 

Gelanggang Mahasiswa, Jumat (30/3) ramai oleh aktivis dakwah kampus. Hall Gelanggang dipenuhi bendera Palestina yang berkibar di setiap sudut. Sebuah spanduk bertuliskan Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) bersama  Jamaah Shalahuddin (JS) mendukung Global March to Jerussalam (GMJ). Selembar kain hitam terlihat dibentangkan di tengah hall sebagai pembatas tempat duduk perempuan dan laki-laki. Suara takbir bergemuruh.

GMJ merupakan sebuah gerakan long march yang dilakukan oleh sekitar dua juta orang dari seluruh dunia di perbatasan Yordania-Palestina sebagai aksi damai mendukung pembebasan Palestina. Aksi ini juga didukung oleh sekitar empat puluh pemimpin dunia.

Di Yogyakarta, Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dari seluruh kampus juga mendukung GMJ. “Awalnya kami juga berniat melakukan aksi long march namun situasinya kurang memungkinkan sehingga dipindah ke Gelanggang,” kata Zamilatus Zahra, Penanggung Jawab Acara. Hal ini karena momentumnya bersamaan dengan aksi massa terkait isu penaikan harga BBM.

Rangkaian acara ini diawali dengan salat Jumat yang rencananya bersama Busyro Muqaddas sebagai khatib namun dia berhalangan hadir. Acara berikutnya diisi pembacaan puisi untuk semakin menggelorakan semangat membebaskan Palestina. Setelah itu, beberapa orang aktifis dakwah kampus melakukan orasi untuk membakar semangat peserta.

Tears of Gaza, film dokumenter karya Vibeke Lokkeberg yang menggambarkan kehidupan di Gaza ditayangkan sebagai inti acara siang itu. Dalam film ini, dihadirkan tiga orang anak Gaza, Amira, Yahya, dan Rasmia, mereka mewakili anak-anak Palestina lain yang senantiasa tegar. Di salah satu adegan, Amira mengungkapkan cita-citanya “Jika saya bisa sekolah dengan normal, saya ingin menjadi pengacara supaya bisa menyeret Israel ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pada kami”. Kebiadaban Israel jelas digambarkan dalam cerita film. Mereka bukan hanya telah membunuh masyarakat sipil namun juga mimpi anak-anak Palestina. Kehidupan mereka selalu dihantui perasaan cemas, terlebih setiap ada pesawat atau helikopter melintas. Tanpa peringatan, bom bisa meledak di mana pun. Film ini sukses membuat penonton meneteskan air mata.

Salah seorang peserta, Dyah L. Fardisa, mahasiswa Politik dan Pemerintahan UGM 2011 mengungkapkan “Acara ini sebagai pembuktian, sesama umat Islam saling menyayangi.” Ia juga menambahkan, acara ini merupakan pengingat bagi kita kalau Palestina perlu diselamatkan. Selain serangkaian acara tersebut, panitia juga menyediakan bentangan kain putih panjang untuk ditandatangani para peserta. Panitia menargetkan akan ada dua ribu tanda tangan terkumpul sebagai bentuk dukungan untuk pembebasan Palestina. Dalam acara ini, juga diadakan penggalangan dana dan ditutup dengan doa bersama. [Linggar Arum S.]

Administrator

See author's posts

BPPM Balairungpalestinaugm
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Akademisi dan Mahasiswa Soroti Mahalnya UKT Hingga Ketidakpastian...

Amarah Ibu Berisik atas Kekacauan Program MBG yang...

Massa Aksi Tuntut Polda DIY Usut Tuntas Tuduhan...

Premanisme Negara dalam Aksi Okupasi Simpang Gramedia

Aksi “Agustus Gelap” Desak Pemerintah Tuntaskan Persoalan Rakyat

LPM Philosofis Hadapi Ancaman Pembubaran oleh Dekanat

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Corporate Farming: Revolusi Hijau Seri Dua?

    September 24, 2026
  • Joko Susilo: Gerakan Mahasiswa Perlu Lampaui Fragmentasi Neoliberal

    September 24, 2026
  • Penghidupan Warga Kampung Laut dalam Bayang Perampasan Lahan

    September 18, 2026
  • Akademisi dan Mahasiswa Soroti Mahalnya UKT Hingga Ketidakpastian Lapangan Kerja

    September 15, 2026
  • Amarah Ibu Berisik atas Kekacauan Program MBG yang Tak Terusik

    September 12, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM