Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • SERIES
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Adiladiliiiadiladiliii
Isu Pembungkaman Driver Maxim Jogja di RDPU Berakhir...
Aksi DPRD DIY Berujung Represi oleh Polisi dan...
Rektorat UGM Enggan Tanda Tangani MoU Penyelesaian Isu...
Diskusi “Apa Rakyat Bisa Salah” Soroti Ilusi Demokrasi...
Diskusi “Jogja Istimewa” Soroti Kemiskinan dan Penggusuran Warga...
Kiri yang Diabaikan
Corporate Farming: Revolusi Hijau Seri Dua?
Joko Susilo: Gerakan Mahasiswa Perlu Lampaui Fragmentasi Neoliberal
Penghidupan Warga Kampung Laut dalam Bayang Perampasan Lahan

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • SERIES
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
APRESIASI

Mendefinisikan “Sampah” dalam Berbagai Potret

Oktober 11, 2011

Sabtu (8/10) malam, bangunan GAMAPLAZA  yang telah lama terbengkalai, kali ini dipenuhi pengunjung. Hal ini dikarenakan Unit Fotografi UGM menyelenggarakan pameran foto bertajuk “Sampah” di gedung tersebut. Pada acara yang berlangsung selama lima hari ini, sebanyak 26 foto hasil jepretan 19 fotografer, dipamerkan. Wicak Baskoro, sang kurator pameran, menjelaskan tema “Sampah” sendiri tidak hanya menyoroti sampah yang biasanya dipandang dari satu sisi oleh masyarakat. “Ada soal-soal lain yang muncul daripada sekadar sampah,” tuturnya. Sebagai contoh, ia merujuk pada foto berjudul “God Must Be Know” karya Boma Aldo. Foto ini menampilkan sosok Tuhan agama Nasrani, yang dipenuhi lumut, tumbuhan liar, dan tak terawat sama sekali. Menurut Boma Aldo, yang ingin ia pertanyakan adalah letak tanggung jawab manusia yang membawa-bawa Tuhan dalam karyanya, kemudian diabaikan. “Ini menunjukkan sudah sedemikian remehnya Tuhan di mata masyarakat,” ungkap Wicak. Pemilihan tempat juga disesuaikan dengan tema. Rizki Fill Ardhianto selaku ketua pameran, mengatakan bahwa GAMAPLAZA sangat mendukung tema. “Tempat ini sebenarnya masih dimanfaatkan, tapi karena nggak pernah terpakai, akhirnya jadi sampah,” ungkapnya. Ia menambahkan, salah satu hal yang ingin disampaikan adalah sudut pandang setiap orang tentang definisi sampah itu sendiri. Hal itulah yang menjadi dasar dari beragamnya jenis sampah yang berusaha ditampilkan para fotografer. Mulai dari sampah teori yang telah usang, sampah teknologi berupa disket, hingga sampah religius berupa lembaran Yasin di pembakaran sampah. Semuanya seakan menegaskan banyaknya jenis sampah yang bisa digali dari pemikiran tiap orang. “Simpelnya, sampahmu apa juga sampahku?” tambah Rizky. Tanggapan pengunjung terhadap pameran ini cukup positif. Dian Ardhini Hapsari, mahasiswa Magister Manajemen UGM 2010, mengaku kagum akan kemampuan panitia dalam mengatur tata ruang di bangunan yang kelihatan serba kumuh itu. “Mereka bisa memanfaatkan bangunan yang nggak pernah dipakai begini, termasuk kreatif.” paparnya. Sedangkan Maulana Abdul Qadry, mahasiswa Multimedia Training Center, mengagumi galeri dadakan ini dari segi penyampaian makna. “Dari hal kecil seperti sampah, orang jadi banyak tersadar tentang dunianya.” tuturnya. [Sonia Fatmarani]

Administrator

See author's posts

gamaplazapameran fotosampahufo
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Awab Ajar Awam, Gunakan Daya dari Surya

Resistensi atas Trauma Korban Kekerasan ‘65

Belasut Puja-Puji Palsu Tubuh Perempuan dalam Kanvas

Pusparagam Perjuangan dalam Temukan Ruang Aman

Jalin Merapi Tak Pernah Ingkar Janji

Sastra untuk Semua lewat Sastra Suara

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Adiladiliiiadiladiliii

    Oktober 28, 2026
  • Isu Pembungkaman Driver Maxim Jogja di RDPU Berakhir Buntu

    Oktober 25, 2026
  • Aksi DPRD DIY Berujung Represi oleh Polisi dan Terduga Preman

    Oktober 25, 2026
  • Rektorat UGM Enggan Tanda Tangani MoU Penyelesaian Isu Kampus saat Hearing

    Oktober 23, 2026
  • Diskusi “Apa Rakyat Bisa Salah” Soroti Ilusi Demokrasi di Indonesia

    Oktober 17, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM