Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • SERIES
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Aksi “Agustus Gelap” Desak Pemerintah Tuntaskan Persoalan Rakyat
Taufiqurrahman: Produksi Pengetahuan Tanpa Komersialisasi Bukan Upaya Mustahil
LPM Philosofis Hadapi Ancaman Pembubaran oleh Dekanat
Suci Lestari Yuana: Ojol sedang Dijajah
MBG untuk siapa
Ayo Main Kejar-Kejaran!
Sigit Heru Murti: Tata Kelola Biaya KKL Itu...
#KelasPekerja
#CarutMarutRealitasKampus
Koalisi Persma DIY dan AJI Yogyakarta Kecam Prabowo...

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • SERIES
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
KABARKILAS

Urgensi Gerakan Mahasiswa

September 5, 2012
dokumentasi panitia

dokumentasi panitia

 

“Ada empat elemen yang mempengaruhi aturan hukum,” terang Fadjroel Rahman. Aktivis demokrasi dan antikorupsi itu memaparkan, empat elemen tersebut adalah masyarakat ekonomi, masyarakat politik, aparatus negara, dan masyarakat sipil yang disokong oleh mahasiswa. Penjelasan itu ia sampaikan dalam diskusi bertajuk “Peran Pergerakan Mahasiswa dalam Penegakan Hukum di Indonesia” di Fakultas Hukum (FH) UGM, Sabtu (31/8). Diskusi ini dihadiri ratusan mahasiswa baru FH UGM yang tengah mengikuti Pekan Pembelajar Sukses Mahasiswa Baru (PPSMB) 2012.

Selain Fadjroel Rahman, tampil sebagai pembicara, anggota DPR RI fraksi PDI-P, Ganjar Pranowo. Keduanya yang merupakan alumni FH UGM sekaligus aktivis reformasi ini sama-sama menekankan urgensi pergerakan mahasiswa di masa kini. “Mahasiswa merupakan jantung demokrasi,” ungkap Fadjroel. Peran penting ini telah terbukti pada 1996 dan 1998 ketika rezim otoriter berhasil ditumbangkan.

Fadjroel mengategorikan aktivisme mahasiwa sebagai gerakan politik nilai yang bertujuan untuk menegakkan kebenaran. Di masa kini, Fadjroel mengungkapkan, pergerakan mahasiswa tak lagi konfrontatif melainkan lebih bersifat korektif terhadap kebijakan pemerintah yang tidak pro-rakyat. “Kini, misi mahasiswa adalah Indonesia bebas korupsi dan pelanggaran HAM,” tegasnya.

Senada dengan Fadjroel, Ganjar Pranowo menyatakan, agenda besar mahasiswa kini adalah pemberantasan KKN dan penegakan supremasi hukum. Dua agenda tersebut merupakan tuntutan reformasi 1998 yang hingga kini belum terpenuhi. Menurut Ganjar, sampai saat ini Indonesia belum memiliki formula yang efektif untuk mengentaskan masalah korupsi. Hukuman mati menjadi wacana yang ramai diperbincangkan namun belum juga dieksekusi. Sementara itu, beban pembuktian terbalik masih diperdebatkan karena dianggap menghilangkan asas praduga tak bersalah. Dalam sistem pembuktian terbalik, seseorang langsung dianggap bersalah karena memiliki aset negara yang diduga hasil korupsi sehingga ia yang harus membuktikan apabila dirinya tak bersalah. “Di sisi lain, aparat penegak hukum justru menjadi aktor paling korup,” tuturnya.

Khabi, mahasiswa Ilmu Hukum 2012 menanyakan tentang upaya pemberantasan korupsi di Indonesia yang masih sangat sulit dilakukan. Menanggapi pertanyaan ini, Fadjroel memperlihatkan hasil survei internasional yang menunjukkan bahwa Soeharto menduduki urutan pertama daftar pemimpin terkorup di dunia. “Dari sekian nama yang berada dalam daftar, Soeharto satu-satunya yang belum pernah diambil hartanya oleh negara sepeser pun,” terangnya. Menurut Fadjroel, tidak adanya hukuman bagi koruptor terdahulu, mengakibatkan nihilnya efek jera sehingga kini korupsi kian menjamur. Ganjar menambahkan, budaya KKN telah terinternalisasi di setiap segi kehidupan bangsa Indonesia.

Menutup diskusi, Ganjar memaparkan, idealisme untuk setia pada kebenaran tetap harus dipertahankan hingga lepasnya status mahasiswa. Tidak mudah mempertahankan idealisme ketika seorang mantan aktivis telah terjun dalam masyarakat bahkan masuk dalam tubuh pemerintah. “Banyak mantan aktivis yang kini duduk di kursi eksekutif maupun yudikatif pada akhirnya mencoreng teriakannya sendiri  saat  mahasiswa,” ujarnya.

Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat PPSMB FH 2012, Kevin Edward Matindas  menyatakan, acara ini sengaja dirancang untuk memberi pendidikan kepemimpinan pada mahasiswa baru. Melalui diskusi ini diharapkan  mahasiswa menjadi lebih peka, aktif, dan kritis dalam mengemban tugas morilnya membangun bangsa. Setelah diskusi, Retna Winedar, mahasiswa Ilmu Hukum 2012, mengaku mendapat motivasi yang tinggi untuk ikut memberantas korupsi dengan berkiprah di bidang hukum. [Khalimatu Nisa]

Administrator

See author's posts

0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Aksi “Agustus Gelap” Desak Pemerintah Tuntaskan Persoalan Rakyat

LPM Philosofis Hadapi Ancaman Pembubaran oleh Dekanat

Koalisi Persma DIY dan AJI Yogyakarta Kecam Prabowo...

Logika Dominasi di Balik Upaya Transisi Hijau

Diskusi Buku Tersungkur dan Tetap Melawan Rekam Perlawanan...

Interupsi Mahasiswa UGM dalam Diskusi Tiga Menteri Bukan...

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Aksi “Agustus Gelap” Desak Pemerintah Tuntaskan Persoalan Rakyat

    September 1, 2026
  • Taufiqurrahman: Produksi Pengetahuan Tanpa Komersialisasi Bukan Upaya Mustahil

    Agustus 27, 2026
  • LPM Philosofis Hadapi Ancaman Pembubaran oleh Dekanat

    Agustus 25, 2026
  • Suci Lestari Yuana: Ojol sedang Dijajah

    Agustus 21, 2026
  • MBG untuk siapa

    Agustus 21, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM