Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Koalisi Persma DIY dan AJI Yogyakarta Kecam Prabowo...
Logika Dominasi di Balik Upaya Transisi Hijau
Diskusi Buku Tersungkur dan Tetap Melawan Rekam Perlawanan...
Interupsi Mahasiswa UGM dalam Diskusi Tiga Menteri Bukan...
Sivitas Akademika Fisipol Desak UGM Ambil Sikap Tegas...
Bara Akar Rumput Aksi Gejayan Tantang Kesewenangan Rezim...
Mahasiswa FIB UGM Gelar Pertunjukan Santet Prabowo-Gibran
Pelindung atau Musuh dalam Selimut?
Mahasiswa UGM Gelar Aksi Simbolik Pemakaman Prabowo-Gibran
Darurat Kriminalisasi Aborsi

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
KILAS

Koalisi Persma DIY dan AJI Yogyakarta Kecam Prabowo atas Pelabelan “Londo Ireng”

Juli 29, 2026

©Pangestu/Bal

“Kita semua ireng dan kita bukan londo,” ujar Havines, salah satu orator aksi bertajuk “Jurnalis Bukan Musuh Negara” di Bundaran Universitas Gadjah Mada (UGM), Minggu (26-07). Aksi damai ini diinisiasi oleh Koalisi Pers Mahasiswa Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta sebagai respons atas pidato Prabowo Subianto pada Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Kamis (23-07). Dalam pidato tersebut, Prabowo melabeli wartawan, jurnalis, pengamat, dan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sebagai “londo ireng” atau pihak yang dianggap mengkhianati negara. Pelabelan itu muncul saat ia menyinggung kritik dari sejumlah kalangan terhadap kebijakan pemerintah.

Salah satu orator bernama Alvis menilai bahwa pelabelan “londo ireng” menunjukkan sikap anti-kritik Prabowo. Padahal, menurutnya, jurnalis justru menyampaikan kebenaran dengan memberitakan isu-isu yang ditutupi oleh pemerintah. Hal tersebut turut diamini oleh Afkar yang menyatakan bahwa pelabelan “londo ireng” terhadap jurnalis telah menghancurkan nilai-nilai demokrasi. “Apalagi sejak ada Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, jurnalis adalah pihak yang sangat penting untuk menyuarakan isu-isu yang ada di masyarakat,” tuturnya. Namun, Afkar menyayangkan media yang kritis kini justru menjadi sasaran tindakan kekerasan dan penyensoran oleh pemerintah.

Menurut Afkar, perwakilan AJI Yogyakarta yang mengikuti aksi, “londo ireng” merupakan istilah peyoratif yang berpotensi mendelegitimasi profesi jurnalistik. Ia menilai bahwa pelabelan tersebut seolah mengkambinghitamkan jurnalis sebagai sasaran kemarahan masyarakat. Afkar pun lantas menduga jika pemerintah sengaja melakukan hal tersebut untuk menjadikan orang-orang yang kritis terhadap pemerintah sebagai musuh masyarakat. “Sebenarnya jurnalis, LSM, dan para akademisi lainnya itu adalah sebagai pengingat, bukan sebagai musuh negara,” tegasnya.

Berdasarkan hal tersebut, Jogi selaku koordinator lapangan aksi mengungkapkan tuntutannya yang menegaskan kembali peran jurnalis sebagai pilar demokrasi. Ia mengecam pelabelan “londo ireng” dan mendesak Prabowo agar menyampaikan klarifikasi serta permintaan maaf kepada komunitas pers. Kemudian, Jogi mendesak pemerintah agar menjamin perlindungan terhadap jurnalis, menghormati kemerdekaan pers, dan mencabut kebijakan serta regulasi yang membuka ruang penyensoran terhadap informasi publik. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat agar menjaga kemerdekaan pers sebagai bagian dari demokrasi dan hak publik atas informasi. “Ketika pers dibunuh, yang kehilangan bukan hanya jurnalis, melainkan seluruh masyarakat Indonesia,” tegas Jogi.

Selain orasi, massa turut menggelar aksi pertunjukan teatrikal sebagai bentuk kritik simbolik terhadap Prabowo. Havines menyampaikan bahwa aksi tersebut menceritakan pembungkaman pers di Rezim Prabowo melalui teatrikal tokoh Prabowo yang membungkam jurnalis menggunakan lakban. Tokoh jurnalis tersebut kemudian diarak mengelilingi Bundaran UGM, lalu diakhiri dengan perlawanan kembali terhadap tokoh Prabowo. Havines mengungkapkan bahwa aksi semacam ini menjadi salah satu upaya untuk menarik perhatian publik terhadap isu yang tengah terjadi. “Sangat diharapkan juga kepada masyarakat luas agar tidak terhasut oleh apa yang disampaikan oleh Prabowo,” tuturnya.

Penulis: Syahla Nurkhaifa
Penyunting: Falinkha Varally
Fotografer: Pangestu Ibnu
Kurator: Adhitia Sutanto

Redaksi

See author's posts

0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Logika Dominasi di Balik Upaya Transisi Hijau

Diskusi Buku Tersungkur dan Tetap Melawan Rekam Perlawanan...

Interupsi Mahasiswa UGM dalam Diskusi Tiga Menteri Bukan...

Sivitas Akademika Fisipol Desak UGM Ambil Sikap Tegas...

Bara Akar Rumput Aksi Gejayan Tantang Kesewenangan Rezim...

Mahasiswa FIB UGM Gelar Pertunjukan Santet Prabowo-Gibran

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Koalisi Persma DIY dan AJI Yogyakarta Kecam Prabowo atas Pelabelan “Londo Ireng”

    Juli 29, 2026
  • Logika Dominasi di Balik Upaya Transisi Hijau

    Juli 22, 2026
  • Diskusi Buku Tersungkur dan Tetap Melawan Rekam Perlawanan Warga Terdampak Proyek Negara

    Juli 2, 2026
  • Interupsi Mahasiswa UGM dalam Diskusi Tiga Menteri Bukan Kerusuhan Impulsif

    Juni 22, 2026
  • Sivitas Akademika Fisipol Desak UGM Ambil Sikap Tegas terhadap Situasi Nasional

    Juni 16, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM