Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • SERIES
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Penghidupan Warga Kampung Laut dalam Bayang Perampasan Lahan
Akademisi dan Mahasiswa Soroti Mahalnya UKT Hingga Ketidakpastian...
Amarah Ibu Berisik atas Kekacauan Program MBG yang...
Massa Aksi Tuntut Polda DIY Usut Tuntas Tuduhan...
Premanisme Negara dalam Aksi Okupasi Simpang Gramedia
Aksi “Agustus Gelap” Desak Pemerintah Tuntaskan Persoalan Rakyat
Taufiqurrahman: Produksi Pengetahuan Tanpa Komersialisasi Bukan Upaya Mustahil
LPM Philosofis Hadapi Ancaman Pembubaran oleh Dekanat
Suci Lestari Yuana: Ojol sedang Dijajah
MBG untuk siapa

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • SERIES
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
KILAS

BARA ADIL Lakukan Siaran Pers, Ungkap Catatan Penangkapan Massa

September 15, 2025

©Nico/Bal

Sejumlah Organisasi Bantuan Hukum (OBH) yang tergabung dalam pembentukan Barisan Advokasi Rakyat untuk Demokrasi dan Keadilan (BARA ADIL) menggelar siaran pers pada Jumat (12-9). Siaran pers yang berlangsung di Universitas Islam Indonesia (UII) Cik Di Tiro ini mengungkap berbagai kekerasan yang terjadi selama aksi unjuk rasa di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada penghujung Agustus. Konferensi pers ini dihadiri oleh beberapa OBH di Yogyakarta dan perwakilan beberapa Fakultas Hukum dari berbagai Universitas.  

Kharisma Wahdatul Kusniah selaku pengacara publik Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta, mencatat terdapat 66 penangkapan massa aksi sejak Kamis (28-8) hingga Minggu (31-8). Dari seluruh penangkapan yang terjadi, Kharisma mengungkap bahwa 24 orang di antaranya adalah anak-anak. Kharisma menjabarkan, terdapat dua orang yang ditetapkan menjadi tersangka atas tuduhan membawa molotov dan senjata tajam. “Satu di antaranya anak-anak, masih usia anak dan dititipkan di rehabilitasi anak,” ujar Kharisma.

Tidak hanya menyoroti jumlah penangkapan, Kharisma mengkritik keras metode penangkapan yang serampangan dan represif dari kepolisian. Ia membeberkan sejumlah tindakan tidak proporsional, mulai dari penembakan gas air mata secara beruntun, pembakaran motor, dan kekerasan berlebihan. “Kami tidak membenarkan apa yang dilakukan oleh kepolisian, dalam hal ini karena bentuk-bentuk kekerasan yang dilakukan secara serampangan,” tutur Kharisma.

Menanggapi berbagai represi yang terjadi, Wasingatu Zakiyah, seorang Advokat Caksana Institute mengajak masyarakat untuk bersatu memperjuangkan hak sipil yang dijamin oleh undang-undang. Ia menegaskan bahwa hak setiap masyarakat telah dijamin oleh konstitusi, khususnya dalam pasal 28 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 tentang Hak Asasi Manusia (HAM). “Hak sipil dan politik memang harus dilindungi undang-undang dan siapapun penegak hukum harus berdiri di atas undang-undang,” tegas Zakiyah.

Lebih lanjut, Zakiyah menekankan bahwa segala represi yang dilakukan oleh negara kepada masyarakat harus dihentikan. Berkaca dari aksi yang terjadi di penghujung Agustus, Zakiyah menjelaskan bahwa bentuk aksi yang dilakukan masyarakat merupakan ekspresi puncak kemarahan atas kondisi pemerintahan yang memprihatinkan. “Ini bentuk-bentuk ketidakadilan yang terakumulasi dan dilihat secara jelas oleh masyarakat dan kita tidak bisa membiarkan itu,” tegasnya.

Hal ini juga diamini Direktur Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) UII, Rizky Ramadhan Barid. Ia turut mendorong penghentian represi oleh negara yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, tindakan tersebut merugikan warga negara yang haknya telah dilindungi konstitusi. “Kejadian 28–31 Agustus yang lalu kemudian menimbulkan derita nestapa untuk rakyat itu sendiri. Ini penting dan perlu untuk diadvokasi,” tutur Rizky.

Perlunya kehadiran advokasi ini juga dilihat oleh Kharisma. Menurut kharisma,  tidak berpihaknya negara pada rakyat, yang tercermin dalam penggunaan kekerasan sebagai alat mempertahankan kuasa merupakan alasan berdirinya BARA ADIL. “Pembentukan Barisan Advokasi Rakyat untuk Demokrasi dan Keadilan ini diupayakan menjadi ruang untuk kita semua, para pengacara, para pencari keadilan,” tegas Kharisma.

Sejalan dengan kharisma, Rizky mengajak berbagai elemen bantuan hukum dan universitas untuk turut membantu masyarakat melalui BARA ADIL. Ia juga berpendapat bahwa bersatunya elemen OBH dalam BARA ADIL dapat mencegah tindakan represif pemerintah. “Bagaimanapun juga kita adalah bagian dari masyarakat dan kita adalah rakyat itu sendiri maka kita perlu untuk menyuarakan sikap,” ujar Rizky.

Penulis: Dicky Dharma
Penyunting: Aghli Maula
Illustrator: Nico Setiawan

pu

See author's posts

2
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Akademisi dan Mahasiswa Soroti Mahalnya UKT Hingga Ketidakpastian...

Amarah Ibu Berisik atas Kekacauan Program MBG yang...

Massa Aksi Tuntut Polda DIY Usut Tuntas Tuduhan...

Premanisme Negara dalam Aksi Okupasi Simpang Gramedia

Aksi “Agustus Gelap” Desak Pemerintah Tuntaskan Persoalan Rakyat

LPM Philosofis Hadapi Ancaman Pembubaran oleh Dekanat

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Penghidupan Warga Kampung Laut dalam Bayang Perampasan Lahan

    September 18, 2026
  • Akademisi dan Mahasiswa Soroti Mahalnya UKT Hingga Ketidakpastian Lapangan Kerja

    September 15, 2026
  • Amarah Ibu Berisik atas Kekacauan Program MBG yang Tak Terusik

    September 12, 2026
  • Massa Aksi Tuntut Polda DIY Usut Tuntas Tuduhan dan Kekerasan Aksi 1 September

    September 7, 2026
  • Premanisme Negara dalam Aksi Okupasi Simpang Gramedia

    September 6, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM