Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Diskusi Buku Tersungkur dan Tetap Melawan Rekam Perlawanan...
Interupsi Mahasiswa UGM dalam Diskusi Tiga Menteri Bukan...
Sivitas Akademika Fisipol Desak UGM Ambil Sikap Tegas...
Bara Akar Rumput Aksi Gejayan Tantang Kesewenangan Rezim...
Mahasiswa FIB UGM Gelar Pertunjukan Santet Prabowo-Gibran
Pelindung atau Musuh dalam Selimut?
Mahasiswa UGM Gelar Aksi Simbolik Pemakaman Prabowo-Gibran
Darurat Kriminalisasi Aborsi
Diskusi Publik Ketenagakerjaan DIY Tuntut Prabowo Tepati Janji...
Aksi “Matikan Aplikasi” Pekerja Platform Tuntut Penghapusan Status...

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
KILAS

Polarisasi Digital dalam Pemilu Sebabkan Kemunduran Demokrasi

April 8, 2023

©Bayu/Bal

“Polarisasi yang diakibatkan oleh Pemilu 2019 masih dapat dirasakan dampaknya hingga saat ini,” ucap Febriana Galuh, Direktur Eksekutif Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia. Kalimat tersebut ia ungkapkan dalam sesi diskusi bertajuk “Peluang dan Tantangan Pemilu Indonesia dalam Jagat Gangguan Informasi di Ruang Digital” pada Selasa (04-04). Diskusi tersebut dilaksanakan oleh AJI Indonesia dan didukung Google News Initiative dalam rangka antisipasi gangguan informasi jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Selain Febriana, diskusi yang diadakan secara daring tersebut menghadirkan dua pembicara lainnya, yaitu Khoirunnisa Nur Agustyati, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) serta Zainuddin Muda Z. Monggilo, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada.

Memantik sesi diskusi, Zainuddin mengatakan dalam pemilu dan demokrasi terdapat hak dan kewajiban masyarakat sebagai warga negara. Hal ini dikarenakan pemilu memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyalurkan suaranya. “Dalam konteks demokrasi, masyarakat mempunyai andil dalam pembangunan negara seperti halnya berpartisipasi dalam pemilu,” ujar Zainuddin.

Menyoal partisipasi masyarakat dalam pemilu, Khoirunnisa memaparkan hasil riset yang dilakukan oleh Perludem mengenai gangguan hak pilih yang terjadi pada Pemilu 2019. Ia mengungkapkan bahwa alih-alih mampu merepresentasikan suara masyarakat, pemilu justru menghilangkan kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi secara politik. Hal tersebut dikarenakan adanya penyebaran informasi palsu yang mengatakan bahwa masyarakat dapat memilih calon pemimpin melalui survei di media sosial. “Akibatnya, masyarakat kehilangan hak pilihnya karena tidak datang ke Tempat Pemungutan Suara,” jelas Khoirunisa. Ia menilai serangan disinformasi tersebut bertujuan untuk mendelegitimasi proses pemilu. 

Ketiadaan regulasi khusus untuk menanggulangi disinformasi berakibat terhadap Pemilu 2024 yang semakin kompleks. Khoirunnisa menyatakan bahwa hal ini akan memunculkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap jalannya pemilu. “Akan muncul ketidakpercayaan publik terkait proses dan hasil pemilu.” tegas Khoirunnisa. Lebih lanjut, ia berpendapat bahwa hal ini akan menimbulkan polarisasi dalam tubuh masyarakat sehingga menyebabkan kemunduran demokrasi.

Di sisi lain, Zainuddin turut menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan pemilu, pers dan media juga mempunyai peranan yang sangat penting dalam mengedukasi masyarakat. Namun sebaliknya, peran media sebagai watchdog terkadang tidak mempunyai tujuan yang jernih. Hal tersebut dikarenakan banyaknya ujaran kebencian, berita hoaks, dan pernyataan provokatif dari pendukung yang masih diberitakan di media digital. “Pemberitaan media seperti itu masih banyak dikonsumsi masyarakat tanpa mengetahui kebenarannya. Hal ini bisa berpengaruh terhadap hasil pemilu,” ujar Zainuddin. Menurutnya, hal ini bisa disebabkan oleh tekanan monopoli elite politik dan juga lemahnya fungsi sosial di masyarakat.

Dari sekian banyak tantangan yang disampaikan di muka, Khoirunnisa berpendapat bahwa publik juga memiliki peran penting dalam jalannya pemilu. Publik memiliki fungsi kontrol yang sangat diperlukan untuk mendorong ruang digital yang lebih demokratis pada Pemilu 2024. “Memperkuat konsolidasi dengan masyarakat sipil dan pihak penyelenggara pemilu bisa menjadi solusi dalam menanggulangi disinformasi yang terjadi,” jelas Khoirunnisa. Ia juga tidak mengharapkan terjadinya perpecahan di tengah masyarakat saat dilaksanakannya Pemilu 2024.

Penulis: Farida Ratnawati, Rais Aulia, dan Takhfa Rayhan Fadhilah
Penyunting: Hadistia Leovita
Fotografer: Bayu Tirta Hanggara

Redaksi

See author's posts

10
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Diskusi Buku Tersungkur dan Tetap Melawan Rekam Perlawanan...

Interupsi Mahasiswa UGM dalam Diskusi Tiga Menteri Bukan...

Sivitas Akademika Fisipol Desak UGM Ambil Sikap Tegas...

Bara Akar Rumput Aksi Gejayan Tantang Kesewenangan Rezim...

Mahasiswa FIB UGM Gelar Pertunjukan Santet Prabowo-Gibran

Mahasiswa UGM Gelar Aksi Simbolik Pemakaman Prabowo-Gibran

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Diskusi Buku Tersungkur dan Tetap Melawan Rekam Perlawanan Warga Terdampak Proyek Negara

    Juli 2, 2026
  • Interupsi Mahasiswa UGM dalam Diskusi Tiga Menteri Bukan Kerusuhan Impulsif

    Juni 22, 2026
  • Sivitas Akademika Fisipol Desak UGM Ambil Sikap Tegas terhadap Situasi Nasional

    Juni 16, 2026
  • Bara Akar Rumput Aksi Gejayan Tantang Kesewenangan Rezim Prabowo-Gibran

    Juni 16, 2026
  • Mahasiswa FIB UGM Gelar Pertunjukan Santet Prabowo-Gibran

    Juni 16, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM