Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • SERIES
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Diskusi “Jogja Istimewa” Soroti Kemiskinan dan Penggusuran Warga...
Kiri yang Diabaikan
Corporate Farming: Revolusi Hijau Seri Dua?
Joko Susilo: Gerakan Mahasiswa Perlu Lampaui Fragmentasi Neoliberal
Penghidupan Warga Kampung Laut dalam Bayang Perampasan Lahan
Akademisi dan Mahasiswa Soroti Mahalnya UKT Hingga Ketidakpastian...
Amarah Ibu Berisik atas Kekacauan Program MBG yang...
Massa Aksi Tuntut Polda DIY Usut Tuntas Tuduhan...
Premanisme Negara dalam Aksi Okupasi Simpang Gramedia
Aksi “Agustus Gelap” Desak Pemerintah Tuntaskan Persoalan Rakyat

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • SERIES
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
KABARKILAS

Poster “Tendang Pemerkosa Keluar Kampus!” Beredar di UGM

Agustus 30, 2018

@Fildzah

Selasa (14-08), beberapa tempat di UGM dihebohkan dengan pemasangan poster “Tendang Pemerkosa Keluar Kampus!”. Menurut penelusuran tim BPPM BALAIRUNG, poster ini ditemukan di beberapa lokasi, tetapi mayoritas terletak di toilet kampus. Titik-titik pemasangan poster antara lain di salah satu toilet Fakultas Isipol, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Kehutanan, Fakultas Geografi, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik, Perpustakaan Pusat UGM, Gelanggang Mahasiswa, dan kantin Fakultas Filsafat.

Hingga sekarang, identitas pemasang poster masih belum diketahui. Menurut Riko, salah satu petugas SKKK Fisipol, mengatakan bahwa pihak PK4L masih melakukan penyelidikan sampai saat ini. Riko sendiri menemukannya di kamar mandi setelah mendapat perintah dari atasan untuk mengecek setiap kamar mandi. “Setelah kami lihat kami lepas semua, itu perintah dari pusat,” tambahnya. Pihaknya berpendapat pemasangan poster tersebut dapat menimbulkan desas-desus yang tidak diinginkan.

Sebaliknya, tanggapan yang berbeda justru datang dari berbagai kalangan mahasiswa mengenai penempelan poster ini. Fildzah Husna, mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota 2014, mengatakan penempatan poster ini berhasil menarik atensi banyak orang. Menurutnya, ruang publik yang tersedia saat ini belum mengakomodasi isu-isu kekerasan seksual seperti perkosaan dan pelecehan seksual, yang tampak berusaha diangkat dalam poster tersebut. “Mau tidak mau, ruang-ruang semacam itu harus digunakan agar memaksa orang untuk melihat,” ucapnya.

Pernyataan tersebut diamini oleh Dito M Daneshikar, mahasiswa Teknik Elektro 2014. Ia melihat pemasangan poster ini sebagai pemantik agar penyintas kekerasan seksual berani untuk speak up. Menurutnya, isu ini harus disuarakan agar orang lain tahu ada yang salah di lingkungan kampus. “Publik pasti membela dan mendukung penyintas kekerasan seksual,” imbuh Dito.

Jarangnya pembahasan tentang isu kekerasan seksual di kampus juga dirasakan oleh Kiana Puti. Maka dari itu, mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota 2014 ini mengapresiasi keberanian penempel poster di lingkungan Fakultas Teknik UGM. “Kemunculan poster ini menandakan ada sesuatu, antara kampus yang belum tegas atau kasus-kasus seperti ini kurang ditangani dengan baik,” ungkapnya. Puti mengkhawatirkan, jika pemerkosa saja tidak mendapatkan sanksi tegas, maka bisa jadi pelaku pelecehan seksual verbal justru tidak mendapat sanksi sama sekali.

Terkait dengan kasus-kasus pelecehan seksual, Dr. Iva Ariani, S.S., M.Hum selaku Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM mengakui bahwa kasus pelecehan seksual memang pernah terjadi di lingkungan UGM. Namun, Iva mengatakan semua kasus yang ada di UGM memiliki proses penyelesaiannya sendiri dengan lembaga yang mengatur sesuai undang-undang. “Semua pemberitaan mengenai kasus pelecehan seksual yang ada di UGM tidak ada yang berusaha ditutupi,” tegasnya.

Meskipun begitu, berdasarkan artikel “Malang Melintang Penanganan Pelecehan Seksual di Kampus” dari Majalah Balairung edisi 54/TH.XXXII/2017, pelecehan seksual justru merupakan sebuah fenomena gunung es di kampus ini. Beberapa penyintas sering kali enggan melapor akibat lingkungan yang tidak berpihak pada penyintas. Di sisi lain ada kasus-kasus yang telah dilaporkan, baik itu sedang diproses maupun statusnya dianggap sudah selesai oleh pihak kampus.

Penulis: Ayu Nurfaizah, Ima G. Elhasni
Penyunting: Bernard Evan

Redaksi

See author's posts

kampuskekerasan seksualPelecehan seksualposter
2
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Diskusi “Jogja Istimewa” Soroti Kemiskinan dan Penggusuran Warga...

Akademisi dan Mahasiswa Soroti Mahalnya UKT Hingga Ketidakpastian...

Amarah Ibu Berisik atas Kekacauan Program MBG yang...

Massa Aksi Tuntut Polda DIY Usut Tuntas Tuduhan...

Premanisme Negara dalam Aksi Okupasi Simpang Gramedia

Aksi “Agustus Gelap” Desak Pemerintah Tuntaskan Persoalan Rakyat

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Diskusi “Jogja Istimewa” Soroti Kemiskinan dan Penggusuran Warga DIY

    Oktober 5, 2026
  • Kiri yang Diabaikan

    Oktober 1, 2026
  • Corporate Farming: Revolusi Hijau Seri Dua?

    September 24, 2026
  • Joko Susilo: Gerakan Mahasiswa Perlu Lampaui Fragmentasi Neoliberal

    September 24, 2026
  • Penghidupan Warga Kampung Laut dalam Bayang Perampasan Lahan

    September 18, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM