Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • SERIES
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Adiladiliiiadiladiliii
Isu Pembungkaman Driver Maxim Jogja di RDPU Berakhir...
Aksi DPRD DIY Berujung Represi oleh Polisi dan...
Rektorat UGM Enggan Tanda Tangani MoU Penyelesaian Isu...
Diskusi “Apa Rakyat Bisa Salah” Soroti Ilusi Demokrasi...
Diskusi “Jogja Istimewa” Soroti Kemiskinan dan Penggusuran Warga...
Kiri yang Diabaikan
Corporate Farming: Revolusi Hijau Seri Dua?
Joko Susilo: Gerakan Mahasiswa Perlu Lampaui Fragmentasi Neoliberal
Penghidupan Warga Kampung Laut dalam Bayang Perampasan Lahan

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • SERIES
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
ANALEKTABINGKAI

Fuk Ling Miau, Kelenteng China-Jawa di Yogyakarta

Desember 5, 2017

Berlokasi di Gondomanan, Kota Yogyakarta, Fuk Ling Miau kini lebih dikenal dengan sebutan Kelenteng Gondomanan. Menurut salah satu cerita dari abdi dalem Keraton Yogyakarta, Fuk Ling Miau dulunya merupakan sebuah rumah buatan Sultan Hamengku Buwana II untuk permaisurinya yang berasal dari Tiongkok. Fuk Ling Miau sendiri memiliki arti kelenteng berkah tiada tara. Diambil dari kata Fuk berarti berkah, Ling berarti tiada tara, sedangkan Miau berarti kelenteng.

Bangunan fisik Kelenteng Gondomanan merupakan kombinasi arsitektur Cina-Jawa. Nuansa Cina dapat dilihat dari tulisan, patung dewa, hingga gambaran alam Cina. Sedangkan nuansa Jawa terletak pada bagian atap sumur langit. Kekhasan kelenteng Gondomanan sendiri terdapat pada keberadaan sepasang naga langit menghadap mutiara api serta cat warna merah kuning simbol keharmonisan.

Di usianya yang lebih dari 200 tahun, Kelenteng Gondomanan menjadi warisan budaya Yogyakarta kategori tempat ibadah (15 April 1999) dari 10 bangunan cagar budaya Yogyakarta. Uniknya, Kelenteng Gondomanan terbagi menjadi dua tempat peribadatan. Pertama, Vihara Budha Prabha pada bagian belakang untuk umat budha. Sedangakan bagian depan terdapat kelenteng Gondomanan untuk umat Konghu Chu.

Foto oleh: Lingga Pangesti
Kurator: Puput

Publikasi

See author's posts

budhachinafukhinduibadahJawakelentengkonguculiaungmiauyogyakarta
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Adiladiliiiadiladiliii

MBG untuk siapa

Ayo Main Kejar-Kejaran!

Pelindung atau Musuh dalam Selimut?

Tertiban Pemimpin, Sakit

Rubuh Perkara Industrialisasi

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Adiladiliiiadiladiliii

    Oktober 28, 2026
  • Isu Pembungkaman Driver Maxim Jogja di RDPU Berakhir Buntu

    Oktober 25, 2026
  • Aksi DPRD DIY Berujung Represi oleh Polisi dan Terduga Preman

    Oktober 25, 2026
  • Rektorat UGM Enggan Tanda Tangani MoU Penyelesaian Isu Kampus saat Hearing

    Oktober 23, 2026
  • Diskusi “Apa Rakyat Bisa Salah” Soroti Ilusi Demokrasi di Indonesia

    Oktober 17, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM