Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • SERIES
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Adiladiliiiadiladiliii
Isu Pembungkaman Driver Maxim Jogja di RDPU Berakhir...
Aksi DPRD DIY Berujung Represi oleh Polisi dan...
Rektorat UGM Enggan Tanda Tangani MoU Penyelesaian Isu...
Diskusi “Apa Rakyat Bisa Salah” Soroti Ilusi Demokrasi...
Diskusi “Jogja Istimewa” Soroti Kemiskinan dan Penggusuran Warga...
Kiri yang Diabaikan
Corporate Farming: Revolusi Hijau Seri Dua?
Joko Susilo: Gerakan Mahasiswa Perlu Lampaui Fragmentasi Neoliberal
Penghidupan Warga Kampung Laut dalam Bayang Perampasan Lahan

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • SERIES
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
ALMAMATERKABARKILAS

Pertemuan Tahunan Dokter Kulit dan Kelamin Indonesia

Oktober 26, 2013
_MG_0540

Arifin.bal

Pekan Ilmiah Tahunan Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PIT-PERDOSKI) ke-13 resmi digelar pada Jum’at (25/10). Bertempat di Rich Sahid Hotel, Yogyakarta, acara yang berlangsung hingga Sabtu (26/10) ini mengangkat tema tentang dermatologi secara umum, termasuk infeksi dan penyakit yang menjangkit anak-anak.Tujuan digelarnya acara ini adalah untuk meningkatkan kinerja dokter di Indonesia.”Dermatolog profesional sangat dibutuhkan untuk mengembangkan negara kita,” ujar dr. Satiti Retno Pudji,Sp.KK(K).

Dalam acara ini, terdapat delapan belas simposium yang membahas beragam topik. Selain itu, akan ada pembagian hasil studi riset yang akan didiskusikan. Hasil studi tersebut sebagian besar membahas isu-isu terbaru mengenai kesehatan kulit dan kelamin. ”Pengetahuan yang didapat dari diskusi itu akan memberikan kontribusi yang besar terhadap kemajuan para dokter di Indonesia,” tutur Dr. dr. Sunardi Radiono, Sp.KK(K), selaku wakil ketua acara ini.

Simposium pertama dimulai pada pukul 10.00 dengan mengundang dr. Yohannes Widodo Wirohadijojo, Sp.KK(K) sebagai pembicara. Bertempat di ruang Ballroom, topik yang dibahasnya adalah mengenai Urtikaria. Penyakit ini merupakan suatu reaksi pada kulit yang disebabkan oleh pengeluaran histamin.”Hal ini ditandai oleh kulit kemerahan, bentol-bentol dengan batas yang jelas dan disertai rasa gatal,” ujar kepala Divisi Bedah Kulit dan Onkologi, Fakultas Kedokteran, UGM itu. Penyakit ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya karena terpapar sinar matahari, radiasi, sinar UV dan panas pembakaran. Selain itu, tekanan terhadap kulit juga dapat memicu terjadinya urtikaria. “Contohnya yaitu menggunakan pakaian ketat  atau ikat pinggang,” tambahnya.

Disaat yang sama, dr. M. Nasser, Sp.KK, D.Law. membahas tentang disiplin dan etika profesi  dokter. Bertempat di ruangan lain, ia mengungkapkan bahwa sampai saat ini masih ditemui kasus pelanggaran disiplin dan etika profesi dokter. Misalnya, pada periode Juni hingga September 2013, ditemukan sekitar 250 dokter yang tetap praktik tanpa memperpanjang Surat Tanda Registrasi (STR). Padahal jika masa STR habis, maka dokter telah kehilangan wewenangnya untuk melakukan praktik medis. Jika hal itu dilanggar, maka dokter dan instansinya akan dikenai sanksi. Tentu saja hal itu akan menurunkan kepercaayan masyarakat terhadap mereka. Oleh karena itu, dia menghimbau agar para dokter harus disipilin memperpanjang STR demi menjaga kepercayaan pasien. “Orang-orang akan berobat ke luar negeri kalau dokter di Indonesia tidak bisa menjaga kepercayaan pasien,” tegas Dewan Pertimbangan Profesi PERDOSKI ini.

Setelah simposium ini selesai, peserta yang sebagian besar merupakan dokter spesialis kulit akan mendapat sertifikat. Nantinya, sertifikat itu dibutuhkan jika dokter itu ingin membuka praktik medis. “Dengan acara ini, saya berharap para dokter di Indonesia dapat bekerja lebih baik, lebih dipercaya dan profesional dalam mengerjakan tugasnya, ”harap Satiti yang juga menjabat Kepala PERDOSKI cabang Yogyakarta.[Deddy Setyadi]

 

Administrator

See author's posts

APEODbalairungBPPMFKPERDOSKIPERSMAHASISWAugm
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Isu Pembungkaman Driver Maxim Jogja di RDPU Berakhir...

Aksi DPRD DIY Berujung Represi oleh Polisi dan...

Rektorat UGM Enggan Tanda Tangani MoU Penyelesaian Isu...

Diskusi “Apa Rakyat Bisa Salah” Soroti Ilusi Demokrasi...

Diskusi “Jogja Istimewa” Soroti Kemiskinan dan Penggusuran Warga...

Akademisi dan Mahasiswa Soroti Mahalnya UKT Hingga Ketidakpastian...

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Adiladiliiiadiladiliii

    Oktober 28, 2026
  • Isu Pembungkaman Driver Maxim Jogja di RDPU Berakhir Buntu

    Oktober 25, 2026
  • Aksi DPRD DIY Berujung Represi oleh Polisi dan Terduga Preman

    Oktober 25, 2026
  • Rektorat UGM Enggan Tanda Tangani MoU Penyelesaian Isu Kampus saat Hearing

    Oktober 23, 2026
  • Diskusi “Apa Rakyat Bisa Salah” Soroti Ilusi Demokrasi di Indonesia

    Oktober 17, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM