Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • SERIES
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Penghidupan Warga Kampung Laut dalam Bayang Perampasan Lahan
Akademisi dan Mahasiswa Soroti Mahalnya UKT Hingga Ketidakpastian...
Amarah Ibu Berisik atas Kekacauan Program MBG yang...
Massa Aksi Tuntut Polda DIY Usut Tuntas Tuduhan...
Premanisme Negara dalam Aksi Okupasi Simpang Gramedia
Aksi “Agustus Gelap” Desak Pemerintah Tuntaskan Persoalan Rakyat
Taufiqurrahman: Produksi Pengetahuan Tanpa Komersialisasi Bukan Upaya Mustahil
LPM Philosofis Hadapi Ancaman Pembubaran oleh Dekanat
Suci Lestari Yuana: Ojol sedang Dijajah
MBG untuk siapa

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • SERIES
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
KABARKILAS

Pantang Pulang Demi Tuntutan

Desember 9, 2011
©Bayu S. Andiprayogo

©Bayu S. Andiprayogo

Memasuki hari keempat (8/12), aksi mahasiswa vokasi yang menuntut dibukanya alih jalur D3 ke S1 masih berlangsung. Hasil dari rapat pleno sehari sebelumnya belum sesuai dengan harapan mahasiswa, sehingga sampai malam ini mahasiswa masih tetap bertahan di gedung rektorat.

Sebelumnya, tuntutan mahasiswa sudah menemui titik terang ketika hasil rapat pleno pada (7/12) menghasilkan dua poin penting, yakni UGM memberi kesempatan prodi S1 untuk membuka alih jalur dengan persetujuan akademik dan tentang pembukaan program D4. Namun, mahasiswa memutuskan yang menjadi tuntutan utama, pembukaan kembali program alih jalur bukan program D4.

Sekitar pukul 09.30, teradi pertemuan antara pihak rektorat dan mahasiswa sebagai kelanjutaan rapat pleno sebelumnya. Pertemuan tersebut memberikan kepastian akan adanya pembahasan tuntutan mahasiswa pada 13 Januari mendatang. Menanggapi hasil itu, sekitar pukul 15.00, mahasiswa sempat berdiskusi tentang keputusan untuk tetap bertahan di rektorat atau mundur sambil mengawal kebijakan hingga sidang pleno. Diskusi mahasiswa menghasilkan keputusan tetap bertahan hingga sidang pleno dipercepat.

Neil, ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Vokasi menjelaskan langkah yang ditempuh mahasiswa saat ini sesuai tujuan awal. “Kami akan tetap bertahan hingga sidang pleno dipercepat,” ujarnya. Dia menambahkan isu ini tidak boleh bernasib sama dengan isu-isu lain sebelumnya.

Mahasiswa menganggap penundaan keputusan merupakan strategi rektorat untuk melemahkan posisi mahasiswa. “Rencana rapat pleno pada tanggal (13/1) mendatang bukanlah sebuah hasil, melainkan agenda, kami disini sampai ada hasil” ungkap Edo, mahasiswa D3 Teknik Sipil ketika ditanya soal sikap mahasiswa mengenai rencana tersebut.

Mahasiswa mengancam akan menduduki rektorat jika sampai besok tidak ada kepastian percepatan sidang pleno. Rencananya, mahasiswa akan mengganggu kinerja orang-orang rektorat dengan menduduki lantai tiga di depan ruang senat. “Kami masih satu, kami tidak akan mundur sampai tuntutan kami dipenuhi” ujar salah seorang mahasiswa yang enggan disebutkan identitasnya. Ia juga mengungkapkan, jika mahasiswa sempat  mendapatkan intervensi dari pihak yang mengaku sebagai ikatan alumni. Apabila sampai jam 9 malam ini mahasiswa belum membubarkan diri, maka akan ada pembubaran secara paksa.

Nyatanya, sampai pukul 22.49 mahasiswa vokasi tetap bertahan di rektorat. Ini menunjukkan intervensi apapun tidak menyurutkan semangat mahasiswa  vokasi untuk terus berjuang menuntut dibukanya alih jalur. [M. Reksa Pasha, Mukhammad Faisol]

Administrator

See author's posts

pantang pulangrektorattuntutanugmvokasi
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Akademisi dan Mahasiswa Soroti Mahalnya UKT Hingga Ketidakpastian...

Amarah Ibu Berisik atas Kekacauan Program MBG yang...

Massa Aksi Tuntut Polda DIY Usut Tuntas Tuduhan...

Premanisme Negara dalam Aksi Okupasi Simpang Gramedia

Aksi “Agustus Gelap” Desak Pemerintah Tuntaskan Persoalan Rakyat

LPM Philosofis Hadapi Ancaman Pembubaran oleh Dekanat

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Penghidupan Warga Kampung Laut dalam Bayang Perampasan Lahan

    September 18, 2026
  • Akademisi dan Mahasiswa Soroti Mahalnya UKT Hingga Ketidakpastian Lapangan Kerja

    September 15, 2026
  • Amarah Ibu Berisik atas Kekacauan Program MBG yang Tak Terusik

    September 12, 2026
  • Massa Aksi Tuntut Polda DIY Usut Tuntas Tuduhan dan Kekerasan Aksi 1 September

    September 7, 2026
  • Premanisme Negara dalam Aksi Okupasi Simpang Gramedia

    September 6, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM