Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • SERIES
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Diskusi “Jogja Istimewa” Soroti Kemiskinan dan Penggusuran Warga...
Kiri yang Diabaikan
Corporate Farming: Revolusi Hijau Seri Dua?
Joko Susilo: Gerakan Mahasiswa Perlu Lampaui Fragmentasi Neoliberal
Penghidupan Warga Kampung Laut dalam Bayang Perampasan Lahan
Akademisi dan Mahasiswa Soroti Mahalnya UKT Hingga Ketidakpastian...
Amarah Ibu Berisik atas Kekacauan Program MBG yang...
Massa Aksi Tuntut Polda DIY Usut Tuntas Tuduhan...
Premanisme Negara dalam Aksi Okupasi Simpang Gramedia
Aksi “Agustus Gelap” Desak Pemerintah Tuntaskan Persoalan Rakyat

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • SERIES
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
KABARKILAS

Fadjroel Rachman Serukan Optimisme

Agustus 21, 2010

“Kemiskinan, ketimpangan sosial, dan kebodohan memang masih terjadi, namun kita tidak boleh letih mencintai republik ini. Kita harus selalu optimis dan menghadapi semua tantangan itu dengan rasional dan realistis.” Pernyataan tersebut disampaikan Fadjroel Rahman dalam kuliah umum di hari ketiga Pengenalan Kampus Science Awal Kuliah (PASCAL) Fakultas MIPA UGM (21/8). Fadjroel mengungkapkan hal tersebut sebagai bentuk refleksi bagi 65 Tahun kemerdekaan Republik ini.

Menurutnya, meskipun sudah merdeka dari penjajahan secara fisik, negeri ini masih dijajah oleh banyak hal. Pengisapan, penindasan, serta penghinaan oleh manusia lainnya masih sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Penduduk Indonesia pun belum bisa lepas dari kemiskinan struktural yang masih melekat. “Faktanya,” ungkap Fadjroel, “setelah 65 tahun merdeka, 35 juta penduduk Indonesia berstatus miskin.”

Ketua Lembaga Pengkajian Demokrasi dan Negara Kesejahteraan ini mengatakan bahwa ketimpangan sosial juga terlihat dalam bidang pendidikan. Sebelas juta anak mengalami buta huruf, 4.370.492 anak putus SD, dan 18.296.332 putus SMP. Kondisi ini diperparah dengan perilaku anggota Dewan yang memikirkan kepentingan sendiri. Simak saja ketika dalam kondisi yang masih memprihatinkan saat ini, anggota DPR justru mengusulkan rumah aspirasi didanai APBN senilai Rp 200 juta per orang per tahun.

“Meskipun demikian, kita tidak boleh pesimis”, ungkapnya. Optimisme harus terus dijaga  oleh anak-anak muda, terutama bagi mereka yang beruntung bisa kuliah di perguruan tinggi. “Manfaatkan waktu 5 tahun kuliah semaksimal mungkin. Perkaya modal sosial, keterampilan, dan teman,” pungkas Fadjroel. [Anki, Wisnu]

Administrator

See author's posts

fadjroel rachmankuliah umumMIPA UGMPASCAL
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Diskusi “Jogja Istimewa” Soroti Kemiskinan dan Penggusuran Warga...

Akademisi dan Mahasiswa Soroti Mahalnya UKT Hingga Ketidakpastian...

Amarah Ibu Berisik atas Kekacauan Program MBG yang...

Massa Aksi Tuntut Polda DIY Usut Tuntas Tuduhan...

Premanisme Negara dalam Aksi Okupasi Simpang Gramedia

Aksi “Agustus Gelap” Desak Pemerintah Tuntaskan Persoalan Rakyat

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Diskusi “Jogja Istimewa” Soroti Kemiskinan dan Penggusuran Warga DIY

    Oktober 5, 2026
  • Kiri yang Diabaikan

    Oktober 1, 2026
  • Corporate Farming: Revolusi Hijau Seri Dua?

    September 24, 2026
  • Joko Susilo: Gerakan Mahasiswa Perlu Lampaui Fragmentasi Neoliberal

    September 24, 2026
  • Penghidupan Warga Kampung Laut dalam Bayang Perampasan Lahan

    September 18, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM