Pemerintah sebagai “panitia” kehidupan bernegara tidak hanya butuh membangun dan menggunakan platform teknologi yang efektif dan efisien dalam memenuhi hak-hak warga negara. Melainkan juga, platform teknologi tersebut secara sedemikian rupa bisa memfasilitasi dan memberdayakan warga negara untuk memberikan umpan-balik, mengontrol jalannya pemerintahan, dan membuat politik senantiasa akuntabel.
REHAT
-
-
Judul: Tuan Tanah Kawin Muda: Hubungan Seni Rupa-Lekra 1950-1965 Penulis: Antariksa Penerbit: Yayasan Seni Cemeti Tebal Buku: 128 halaman Terbit: 2005, Yogyakarta Seni…
-
Di tengah perjalanan, saya bertemu seorang yang mengaku malaikat. “Apakah kau sungguh-sungguh ingin bertobat?” tanyanya. Saya tak menjawab. Saya mengambil sebilah parang yang selalu…
-
Seberapa tulus nasihat mereka agar aku tabah di depan pusara Palamea? Aku mulai melihat manusia sebagai wujud kepalsuan. Apa mereka benar-benar paham dengan yang…
-
©Axel/Bal Amsal Ken Angrok pelesat anak panah menikam dada getah di mulutnya dari Kakawin Ken Endok betis perut padi diperkosa Dewa Brahma oh aku…
-
Sebagai buruh pembuat batu-bata, upah bapak tak seberapa. Pekerjaan itu sudah bapak geluti sejak usiaku menginjak tiga belas tahun, waktu di mana aku akan…
-
Bandar melahirkan sebuah penemuan baru: dunia tanpa Tuhan. Kita tak pernah tahu bagaimana bisa bujangan itu menciptakan dunia tersebut, tapi kita tahu bahwa dunia…
-
Di Pati, dalam kunjunganku ke rumah temanku, Dekso, selepas ia pulang dari Bengkel Teater Rendra di tahun 2000, aku menemukannya telah berubah. Saat aku…
-
“Namaku Da Roka,” jawab anjing hitam bermata sendu itu saat kutanya nama, membuat tubuhku tersentak, sebab namanya serupa namaku: Da Roka. Bukan hanya nama,…