Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • SERIES
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Akademisi dan Mahasiswa Soroti Mahalnya UKT Hingga Ketidakpastian...
Amarah Ibu Berisik atas Kekacauan Program MBG yang...
Massa Aksi Tuntut Polda DIY Usut Tuntas Tuduhan...
Premanisme Negara dalam Aksi Okupasi Simpang Gramedia
Aksi “Agustus Gelap” Desak Pemerintah Tuntaskan Persoalan Rakyat
Taufiqurrahman: Produksi Pengetahuan Tanpa Komersialisasi Bukan Upaya Mustahil
LPM Philosofis Hadapi Ancaman Pembubaran oleh Dekanat
Suci Lestari Yuana: Ojol sedang Dijajah
MBG untuk siapa
Ayo Main Kejar-Kejaran!

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • SERIES
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
KILAS

Putusan Sidang Tapol Diwarnai Kejanggalan, Massa Aksi Kepung PN Magelang

Mei 8, 2026

©Karin/Pijar

“Hari ini niat kita datang ke sini adalah menjemput Enrille, Yogi, dan Azhar, tapi tampaknya keadilan malah dibunuh di dalam sana!” teriak salah satu massa aksi sambil menunjuk gedung Pengadilan Negeri (PN) Magelang. Siang itu, Senin (04-05), sidang putusan tiga tahanan politik (tapol) pasca aksi Agustus 2025 di Magelang—Enrille, Yogi, Azhar—berubah menjadi aksi unjuk rasa. Aksi tersebut awalnya digelar untuk bersolidaritas atas penangkapan terhadap tiga tapol. Namun, suasana berubah menjadi luapan kekecewaan setelah majelis hakim menjatuhkan hukuman lima bulan penjara kepada ketiga tapol.

Dalam persidangan yang digelar lebih dari satu jam tersebut, Luthfi sebagai kuasa hukum terdakwa mengungkapkan bahwa persidangan memiliki banyak kejanggalan. Menurutnya, sidang putusan terhadap ketiga tapol terlalu dibatasi oleh pihak pengadilan. Lebih lanjut, Luthfi mengungkap dokumentasi apapun tidak diperbolehkan selama persidangan berlangsung. “Jadi dari sidang pagi sampai malam tidak boleh ada foto apapun,” ungkap Luthfi.

Senada dengan Luthfi, salah seorang demonstran dari Kolektif Jaringan Kerja Advokasi Rakyat (Jangkar), Firmansyah, mengatakan bahwa pembatasan-pembatasan seperti itu sudah dilakukan sejak sidang pertama pada akhir Februari silam. “Untuk kita bisa berada di area dekat ruang sidang atau di dalam, itu dibatasi. Kita harus setor KTP atau identitas pribadi,” keluhnya. Bahkan, ibu dari Yogi pernah ditolak masuk ke ruang sidang karena tidak membawa penanda identitas.

Selain pembatasan akses, Firmansyah menilai bahwa pengamanan dari Polres Magelang Kota terlalu berlebihan. Dari pengamatan BALAIRUNG, sejak awal persidangan, puluhan personel kepolisian sudah menjaga gedung. Jumlah itu terus bertambah menjelang hakim menyatakan putusan. Luthfi menilai pengamanan tersebut berlebihan mengingat jumlah terdakwa hanya tiga orang. “Hanya tiga terdakwa, tapi penanganannya sudah seperti teroris yang akan mengancam kedaulatan negara,” ungkap Luthfi.

Selain itu, Luthfi juga menyayangkan sikap majelis hakim yang dianggap mengabaikan berbagai poin pembelaan terhadap terdakwa. Luthfi mengungkapkan bahwa delapan ahli dari berbagai bidang sudah dihadirkan, tetapi tidak ada satu pun yang dipertimbangkan. Selain itu, amicus curiae atau nota persahabatan yang dibuat oleh enam puluh orang juga dikesampingkan. “Kalau kami menilainya, kayaknya hakim hanya menyalin dakwaan dari jaksa,” tutur Luthfi.

Tak hanya itu, pembatasan juga diberlakukan dengan pengetatan sel untuk para terdakwa. Jeruji besi yang membatasi sel itu, menurut pengandaian Firmansyah, mengalami penambahan jumlah seiring waktu.  “Awalnya bisa ngobrol, kita bisa pegangan tangan. Tapi setelah beberapa waktu, tidak bisa pegangan tangan lagi,” keluhnya.

Terhadap berbagai kejanggalan itu, Enrille mengungkapkan kekecewaannya kepada Polres Magelang Kota, Kejaksaan Negeri Magelang, dan Pengadilan Negeri Magelang. Menurutnya, ketiga institusi itu sudah bekerja sama untuk membungkam demokrasi. Walaupun begitu, Enrille mengatakan bahwa hal itu bukan alarm bagi generasi muda untuk takut menyuarakan kebenaran. “Justru dengan putusan ini, jangan takut, kita mesti marah. Marah atas putusan ini berarti kita masih waras sebagai manusia!” teriaknya.

Penulis: Muhamad Muflihun
Penyunting: Dicky Dharma Putra
Fotografer: Karin Feliciana /BPMF Pijar
Kurator: Adhitia Sutanto

Redaksi

See author's posts

3
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Akademisi dan Mahasiswa Soroti Mahalnya UKT Hingga Ketidakpastian...

Amarah Ibu Berisik atas Kekacauan Program MBG yang...

Massa Aksi Tuntut Polda DIY Usut Tuntas Tuduhan...

Premanisme Negara dalam Aksi Okupasi Simpang Gramedia

Aksi “Agustus Gelap” Desak Pemerintah Tuntaskan Persoalan Rakyat

LPM Philosofis Hadapi Ancaman Pembubaran oleh Dekanat

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Akademisi dan Mahasiswa Soroti Mahalnya UKT Hingga Ketidakpastian Lapangan Kerja

    September 15, 2026
  • Amarah Ibu Berisik atas Kekacauan Program MBG yang Tak Terusik

    September 12, 2026
  • Massa Aksi Tuntut Polda DIY Usut Tuntas Tuduhan dan Kekerasan Aksi 1 September

    September 7, 2026
  • Premanisme Negara dalam Aksi Okupasi Simpang Gramedia

    September 6, 2026
  • Aksi “Agustus Gelap” Desak Pemerintah Tuntaskan Persoalan Rakyat

    September 1, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM