Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Logika Dominasi di Balik Upaya Transisi Hijau
Diskusi Buku Tersungkur dan Tetap Melawan Rekam Perlawanan...
Interupsi Mahasiswa UGM dalam Diskusi Tiga Menteri Bukan...
Sivitas Akademika Fisipol Desak UGM Ambil Sikap Tegas...
Bara Akar Rumput Aksi Gejayan Tantang Kesewenangan Rezim...
Mahasiswa FIB UGM Gelar Pertunjukan Santet Prabowo-Gibran
Pelindung atau Musuh dalam Selimut?
Mahasiswa UGM Gelar Aksi Simbolik Pemakaman Prabowo-Gibran
Darurat Kriminalisasi Aborsi
Diskusi Publik Ketenagakerjaan DIY Tuntut Prabowo Tepati Janji...

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
KILAS

Pers Warga Mengawal Hak Minoritas dalam Demokrasi

Maret 15, 2022

©Enggar/Bal

Sabtu (12-3), Lembaga Pers Mahasiswa Poros Universitas Ahmad Dahlan (LPM Poros UAD) menyelenggarakan diskusi bertajuk “Menakar Demokrasi di Era Kiwari: Demokrasi untuk Siapa?” di Hall Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan. Diskusi ini diselenggarakan dalam rangka peluncuran majalah LPM Poros UAD berjudul “Banyak Jalan Menuju Tuhan” Edisi XIII/Tahun 2022 yang masih merupakan rangkaian Poros Festival 2022. Shinta Maharani, Ketua Aji Yogyakarta; David Effendi, anggota Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pengurus Pusat Muhammadiyah; dan Aris Eko Nugroho, Kepala Dinas Kebudayaan DIY turut hadir sebagai narasumber pada acara tersebut. Seiring berjalannya diskusi, bahasan mengerucut upaya perlindungan hak minoritas dalam demokrasi serta peran pers mahasiswa sebagai pers warga di dalamnya. 

Shinta mengkritisi liputan pers tentang kelompok minoritas yang sering kali justru kian meminggirkan mereka. Salah satunya adalah kelompok transpuan yang sering terdiskriminasi dari tulisan-tulisan jurnalistik, termasuk di Yogyakarta. Shinta juga mengusulkan pers mahasiswa untuk juga mengangkat isu kelompok marginal yang sering luput pada liputan pers arus utama. “Isu seperti transpuan dan penghayat kepercayaan perlu untuk ditelusuri di samping isu kelompok aliran seperti Ahmadiyah yang sudah diliput di majalah ini,” pungkas Shinta.   

Berangkat dari masukan tersebut, Shinta menegaskan peran pers warga dalam menjaga demokrasi. Pers mahasiswa, tambahnya, adalah satu contoh dari pers warga. Menurutnya, menjamurnya pers warga pada era kiwari ini perlu dijaga momentumnya agar terus mampu mengawal demokrasi. ”Ini tidak lepas dari peran pers secara umum sebagai kontrol sosial, termasuk mengawasi pemerintah agar tetap loyal pada prinsip demokrasi,” tambah Shinta.

Adil Al Hasan, Pemimpin Redaksi LPM Poros UAD menyampaikan urgensi diselenggarakannya diskusi tersebut. Ia bersepakat dengan Shinta terkait persoalan inklusivitas dalam demokrasi Indonesia yang tidak kunjung rampung. “Sebagai bagian dari pers warga, kami beritikad untuk membawa wacana hak minoritas kepada warga lewat majalah dan diskusi ini,” tandasnya. 

Gejala menjamurnya pers warga selaras dengan kenaikan indeks demokrasi Indonesia versi Economist Intelligence Unit 2021, bahwa Indonesia berada pada angka 6,71 yang relatif meningkat dari angka 6,30 di tahun sebelumnya. Namun, Shinta menampik keakuratan indeks ini dalam mencerminkan realitas demokrasi Indonesia. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan kebebasan sipil, hak berpendapat, tingkat partisipasi hingga kebebasan pers yang kini mulai tergerus. Lebih lanjut, ia membandingkan survei LP3ES tahun 2021 bahwa 50% responden takut menyampaikan pendapat di muka umum. Musababnya adalah kehadiran UU ITE yang cenderung mengkriminalisasi suara dari oposan pemerintah. 

Persoalan kebebasan berpendapat ini juga menggerus fungsi pers sebagai kontrol sosial. Sebab, kian hari kian banyak jurnalis yang mendapat serangan dan kriminalisasi atas liputannya. Bahkan, bukan hanya jurnalis, represi atas hak berpendapat juga dialami masyarakat sipil lainnya, terkhusus aktivis demokrasi. “Pembatasan hak berpendapat ini menunjukkan partisipasi publik yang minim dan bermuara pada anjloknya kualitas demokrasi Indonesia,” ujar Shinta. 

Salah satu wujud pemberangusan hak bersuara adalah konflik agraria di Desa Wadas akibat proyek strategis nasional yang menindas masyarakat. “Proyek Strategis Nasional yang dijalankan secara tidak partisipatif bukan wujud demokrasi, malah menunjukkan otoritarianisme,” ujar Shinta. Baginya, pemaksaan kehendak kepada warga dan pemberangusan partisipasi rakyat merupakan wujud otoritarianisme.

Menimpali Shinta, David berpendapat bahwa rezim Jokowi tidak jauh berbeda dengan kediktatoran Orde Baru-nya Soeharto. Konflik lahan di Desa Wadas, sepakat dengan Shinta, adalah contoh otoritarianisme yang mudah diamati pada rezim Jokowi. “Sebagaimana Orde Baru, rezim ini menggadaikan Hak Asasi Manusia dan kehendak warga demi ilusi kemajuan dan takhayul pembangunan,” pungkasnya. 

Reporter: Fahri Reza Muhammad, Yuda Pramudya
Penulis: Isroq Adi Subakti

Penyunting: Ardhias Nauvaly Azzuhry
Fotografer: Fransiskus Asisi Anggito Enggarjati

Redaksi

See author's posts

0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Logika Dominasi di Balik Upaya Transisi Hijau

Diskusi Buku Tersungkur dan Tetap Melawan Rekam Perlawanan...

Interupsi Mahasiswa UGM dalam Diskusi Tiga Menteri Bukan...

Sivitas Akademika Fisipol Desak UGM Ambil Sikap Tegas...

Bara Akar Rumput Aksi Gejayan Tantang Kesewenangan Rezim...

Mahasiswa FIB UGM Gelar Pertunjukan Santet Prabowo-Gibran

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Logika Dominasi di Balik Upaya Transisi Hijau

    Juli 22, 2026
  • Diskusi Buku Tersungkur dan Tetap Melawan Rekam Perlawanan Warga Terdampak Proyek Negara

    Juli 2, 2026
  • Interupsi Mahasiswa UGM dalam Diskusi Tiga Menteri Bukan Kerusuhan Impulsif

    Juni 22, 2026
  • Sivitas Akademika Fisipol Desak UGM Ambil Sikap Tegas terhadap Situasi Nasional

    Juni 16, 2026
  • Bara Akar Rumput Aksi Gejayan Tantang Kesewenangan Rezim Prabowo-Gibran

    Juni 16, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM