Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • SERIES
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Penghidupan Warga Kampung Laut dalam Bayang Perampasan Lahan
Akademisi dan Mahasiswa Soroti Mahalnya UKT Hingga Ketidakpastian...
Amarah Ibu Berisik atas Kekacauan Program MBG yang...
Massa Aksi Tuntut Polda DIY Usut Tuntas Tuduhan...
Premanisme Negara dalam Aksi Okupasi Simpang Gramedia
Aksi “Agustus Gelap” Desak Pemerintah Tuntaskan Persoalan Rakyat
Taufiqurrahman: Produksi Pengetahuan Tanpa Komersialisasi Bukan Upaya Mustahil
LPM Philosofis Hadapi Ancaman Pembubaran oleh Dekanat
Suci Lestari Yuana: Ojol sedang Dijajah
MBG untuk siapa

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • SERIES
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
ALMAMATERKILAS

Memperkuat Toleransi Umat Beragama Melalui Upacara Bendera

Agustus 19, 2016
©Istimewa

©Istimewa

Rabu (17/8) pagi, terlihat pemuda-pemudi, orang tua, dan anak-anak mengenakan baju batik bersiap melaksanakan upacara bendera di halaman Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). Acara bertajuk “Upacara Bendera Lintas Agama dalam Rangka HUT kemerdekaan RI ke-71” juga dihadiri beberapa lelaki yang mengenakan peci. Mereka berasal dari Masjid Syuhada Yogyakarta yang berdekatan dengan gereja tersebut. “Upacara ini dilaksanakan atas inisiatif dari tiga tempat peribadatan yang berbeda yaitu, HKBP Gereja Protestan, Katolik Santo Antonius, dan Masjid Syuhada Kotabaru  Yogyakarta,” jelas Helmi Denada Ari Sandi selaku panitia pelaksana dari umat muslim.

Menurut Novian Sinar Mata selaku panitia, upacara bendera ini merupakan program yang berasal dari Gereja HKBP. Pihak gereja turut mengundang beberapa umat seperti pemuda-pemudi dari Masjid Syuhada dan Gereja Katolik Santo Antonius. “Semua kalangan boleh ikut,” jelas Novian. Menurut Pendeta Protestan Amin Amir Zaitun, upacara ini terlaksana karena ia melihat Indonesia memiliki konteks kebinekaan yang mengakar. “Indonesia terlahir dengan kemajemukan dan Pancasila digunakan sebagai dasar negara,” tanggap dia.

Helmi juga menambahkan bahwa upacara ini diadakan agar silaturahmi dan rasa toleransi terjalin dengan baik. “Dalam satu kompleks ini terdapat tiga tempat peribadatan yang berbeda, acara ini sangat bagus karena melatih kebersamaan,” jelas Helmi. Kebersamaan tersebut terlihat dari petugas upacara bendera berasal dari tiga kalangan. Pemimpin dan pembina upacara dari umat muslim, pengibar bendera dari umat Katolik dan Protestan. Selesai upacara bendera, para peserta dengan semarak menyanyikan dan mendalami setiap lirik lagu-lagu kebangsaan diiringi dengan piano.

Menurut salah seorang dari Gereja Katolik Santo Antonius yang bernama Romo, upacara ini unik karena dilaksanakan atas dasar kebersamaan tiga umat beragama. Padahal biasanya upacara dilaksanakan oleh instansi, sekolah atau perkumpulan tertentu, tetapi kali ini dilaksanakan oleh gereja. “Ketiga rumah ibadah yang berdiri berdampingan tidak pernah ada konflik horizontal,” tambah Romo. Melalui acara ini, peserta dari tiga rumah ibadah dapat saling mengenal dan saling mengobrol. Kedepannya acara ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun yang akan datang. “Kalau bisa kerjasama ini tidak hanya berhenti acara tujuh belasan saja, tetapi pada perayaan lain seperti Hari Pahlawan, dan mengadakan seminar atau diskusi,”  harap dia. [Edelwis Mentovani, Pungky Erfika Suci]

 

Administrator

See author's posts

hkbpkeberagamankemerdekaanRItoleransiupacara
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Akademisi dan Mahasiswa Soroti Mahalnya UKT Hingga Ketidakpastian...

Amarah Ibu Berisik atas Kekacauan Program MBG yang...

Massa Aksi Tuntut Polda DIY Usut Tuntas Tuduhan...

Premanisme Negara dalam Aksi Okupasi Simpang Gramedia

Aksi “Agustus Gelap” Desak Pemerintah Tuntaskan Persoalan Rakyat

LPM Philosofis Hadapi Ancaman Pembubaran oleh Dekanat

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Penghidupan Warga Kampung Laut dalam Bayang Perampasan Lahan

    September 18, 2026
  • Akademisi dan Mahasiswa Soroti Mahalnya UKT Hingga Ketidakpastian Lapangan Kerja

    September 15, 2026
  • Amarah Ibu Berisik atas Kekacauan Program MBG yang Tak Terusik

    September 12, 2026
  • Massa Aksi Tuntut Polda DIY Usut Tuntas Tuduhan dan Kekerasan Aksi 1 September

    September 7, 2026
  • Premanisme Negara dalam Aksi Okupasi Simpang Gramedia

    September 6, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM