Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • SERIES
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Diskusi “Apa Rakyat Bisa Salah” Soroti Ilusi Demokrasi...
Diskusi “Jogja Istimewa” Soroti Kemiskinan dan Penggusuran Warga...
Kiri yang Diabaikan
Corporate Farming: Revolusi Hijau Seri Dua?
Joko Susilo: Gerakan Mahasiswa Perlu Lampaui Fragmentasi Neoliberal
Penghidupan Warga Kampung Laut dalam Bayang Perampasan Lahan
Akademisi dan Mahasiswa Soroti Mahalnya UKT Hingga Ketidakpastian...
Amarah Ibu Berisik atas Kekacauan Program MBG yang...
Massa Aksi Tuntut Polda DIY Usut Tuntas Tuduhan...
Premanisme Negara dalam Aksi Okupasi Simpang Gramedia

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • SERIES
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
KABARKILAS

Berpulangnya ‘Filsuf’ Kerakyatan

April 24, 2011

Sabtu (23/4) pukul 08.00 WIB, UGM kehilangan salah satu sosok pentingnya. Drs. Djoko Pitoyo, dosen Filsafat UGM, meninggal akibat kanker dan komplikasi di RSUP dr. Sardjito pada usia 52 tahun.

Selama hidupnya, Dr. Djoko Pitoyo dikenal sebagai pemikir filosofis. Beliau adalah orator yang vokal dalam mendukung program pemerataan mahasiswa nusantara demi munculnya proses inkulturisasi. Menurutnya, hal tersebut merupakan bentuk penghayatan universitas kerakyatan. Konsekuensinya, UGM harus menerima mahasiswa dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. “Setelah itu, mereka harus kembali ke daerah untuk menyampaikan ilmunya,” tutur Prof. Dr. Munakhir Mudjosemedi, rekan Djoko Pitoyo di Senat Akademik UGM, kepada Balairung.

Selain itu, Munakhir menceritakan, almarhum berperan penting dalam merumuskan statuta UGM sebagai kampus kerakyatan. Statuta tersebut tertuang dalam visi, tujuan, dan cara mendidik mahasiswa yang tidak melupakan sisi kerakyatan meski menghadapi tuntutan global. “Pada zamannya, beliau menggagas statuta universitas yang harus membumi,” lanjut Direktur Rumah Sakit Gigi Prof. Soedomo itu.

Pendapat senada disampaikan Dr. M. Mukhtasar Samsudin, M.Hum. Ia mengagumi sosok Dr. Djoko Pitoyo dalam mengawal nilai-nilai kerakyatan pada penyelenggaraan pendidikan di UGM. “Selama aktif di senat kemahasiswaan, almarhum juga membantu merumuskan nilai-nilai ke-UGM-an, khususnya pancasila dan keilmuan,” ucap Dekan Fakultas Filsafat tersebut.

Sejak 2008, Drs. Djoko Pitoyo menjabat sebagai Wakil Anggota Senat Akademik (non guru besar) UGM. Di lingkungan fakultas, almarhum juga dikenal sebagai sosok yang tidak ambisius terhadap jabatan. “Jadi, almarhum lebih berkonsentrasi dalam mendidik mahasiswa supaya lebih kritis,” tambah Muhtasar.

Selain itu, dalam rapat dosen fakultas, almarhum seringkali memunculkan ide-ide konstruktif. Ia juga aktif menolak model pemilihan rektor-dekan yang menurutnya kurang representatif. “Biasanya, hanya melibatkan segelintir orang. Beliau mengusulkan supaya digelar pemilihan terbuka,” imbuh Mukhtasar.

Selama mengajar di Fakultas Filsafat UGM, Djoko Pitoyo juga dikenal sebagai sosok yang disiplin. Sebagaimana diakui Abdillah Muhammad Marzuki, mahasiswa Filsafat 2007. Pak Djokpit, panggolan akrabnya, terkesan killer, “Tapi beliau mewariskan semangat perubahan pada mahasiswanya,” ujarnya. [Anwar Kh, Michelia]

Administrator

See author's posts

Djoko Pitoyofilsafatmeninggalugm
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Diskusi “Apa Rakyat Bisa Salah” Soroti Ilusi Demokrasi...

Diskusi “Jogja Istimewa” Soroti Kemiskinan dan Penggusuran Warga...

Akademisi dan Mahasiswa Soroti Mahalnya UKT Hingga Ketidakpastian...

Amarah Ibu Berisik atas Kekacauan Program MBG yang...

Massa Aksi Tuntut Polda DIY Usut Tuntas Tuduhan...

Premanisme Negara dalam Aksi Okupasi Simpang Gramedia

2 komentar

christina Januari 27, 2016 - 13:24

Ttg pak djokpit,disiplin,jujur, tegas,jd kesan killer.sejak kuliah di IKIP sy kenal baik beliau mendidik org hrs suka membaca,perhatian kasih cinta mesra humoris,milik nya segalanya.

Reply
CHRISTINA TUTI November 18, 2017 - 15:24

Betul banget, Pak Djoko Pitoyo, hebat, sy sangat dekat dan kenal dia sejak th 1977.pintar,humoris,prinsip tegas, berani mengatakan benar dan jujur,beliau juga yg menjadikan sy hebat dan kuat.

Reply

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Diskusi “Apa Rakyat Bisa Salah” Soroti Ilusi Demokrasi di Indonesia

    Oktober 17, 2026
  • Diskusi “Jogja Istimewa” Soroti Kemiskinan dan Penggusuran Warga DIY

    Oktober 5, 2026
  • Kiri yang Diabaikan

    Oktober 1, 2026
  • Corporate Farming: Revolusi Hijau Seri Dua?

    September 24, 2026
  • Joko Susilo: Gerakan Mahasiswa Perlu Lampaui Fragmentasi Neoliberal

    September 24, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM