Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Diskusi Buku Tersungkur dan Tetap Melawan Rekam Perlawanan...
Interupsi Mahasiswa UGM dalam Diskusi Tiga Menteri Bukan...
Sivitas Akademika Fisipol Desak UGM Ambil Sikap Tegas...
Bara Akar Rumput Aksi Gejayan Tantang Kesewenangan Rezim...
Mahasiswa FIB UGM Gelar Pertunjukan Santet Prabowo-Gibran
Pelindung atau Musuh dalam Selimut?
Mahasiswa UGM Gelar Aksi Simbolik Pemakaman Prabowo-Gibran
Darurat Kriminalisasi Aborsi
Diskusi Publik Ketenagakerjaan DIY Tuntut Prabowo Tepati Janji...
Aksi “Matikan Aplikasi” Pekerja Platform Tuntut Penghapusan Status...

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
KILAS

Obral Izin Usaha Tambang dalam Proses Elektoral

Juni 26, 2018

@Arjun/Bal

Jumat (22-06), di Padepokan ASA Wedomartani digelar pemutaran dan diskusi film “Pesta Demokrasi Berlumur Batubara”. Film tersebut mengulas tentang hubungan antara perizinan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara dengan pemilihan gubernur di Sumatera Selatan dan Kalimantan Timur. Dua daerah ini dipilih sebagai latar film karena hendak melaksanakan pemilihan gubernur.  Tommy Apriando, dari Mongabay Indonesia, sebagai pemantik diskusi mengatakan bahwa film tersebut diproduseri oleh Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) untuk memperingati Hari Anti Tambang (HATAM). HATAM yang jatuh pada 29 Mei merupakan peringatan atas tragedi lumpur di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.

Merah Johansyah Ismail, Koordinator JATAM, dalam film tersebut mengatakan bahwa ada hubungan erat antara proses elektoral—pemilihan kepala daerah, pemilihan anggota legislatif, pemilihan presiden—dengan sumber pembiayaan yang berasal dari eksploitasi sumber daya alam, khususnya sektor pertambangan. Pada tahun politik ini, kata Merah, JATAM menemukan 170 obral perizinan pertambangan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah di daerah-daerah yang menyelenggarakan pilkada 2018. “Perizinan pertambangan baru tersebut diidentifikasi memiliki hubungan dengan biaya politik atau kampanye para kandidat daerah,” ucap Merah.

Merah menerangkan, menurut kajian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2015, untuk menjadi seorang bupati atau walikota, biaya yang dibutuhkan mencapai 20-30 miliar rupiah. Biaya yang dibutuhkan untuk menjadi gubernur lebih mahal lagi, bisa mencapai 100 miliar rupiah. Sementara itu, berdasarkan kajian KPK terhadap Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara para kandidat, rata-rata kekayaan mereka hanya 6-7 miliar rupiah. Gap antara jumlah kekayaan kandidat dengan biaya politik atau biaya kampanye memunculkan ruang untuk “politik ijon”. “Para pengusaha, termasuk pengusaha tambang batubara, kemudian menjadi sponsor, menyiapkan uang untuk para calon kandidat,” ucap Merah.

Tommy mengatakan bahwa Komisi Pemilihan Umum daerah tidak terbuka soal person atau lembaga yang menjadi sponsor para kandidat gubernur. Dengan mengetahui sponsor para kandidat gubernur, masyarakat dapat lebih kritis dalam memilih gubernur.  “Negara semestinya mengeluarkan peraturan yang melarang perusahaan-perusahaan perusak lingkungan menjadi sponsor kandidat,” ungkap Tommy.

Selain membicarakan hubungan antara izin usaha pertambangan dengan proses pemilihan gubernur, fim ini juga menjadi corong bagi suara warga-warga terdampak  PLTU Batubara di kedua daerah tersebut. Sahwan, warga Desa Muaramau, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, dalam film itu mengatakan bahwa PLTU Batubara lebih banyak memberikan dampak negatif kepada warga. Suharman, warga Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Merapi Selatan mengatakan bahwa dampak paling buruk dari pertambangan batubara ialah limbah yang mencemari air.

Sementara itu, di Kalimantan Timur, selain merusak rumah warga, menghilangkan lahan pertanian,  PLTU Batubara juga meninggalkan lubang-lubang bekas penambangan batubara. Lubang-lubang ini telah memakan 28 korban yang sebagian besar adalah anak-anak. Dalam film tersebut, Rahmawati, ibu almarhum Muhammad Raihan Saputra (10 tahun), menyatakan kekecewaannya terhadap pemerintah yang berjanji akan menutup lubang-lubang bekas tambang batubara. “Namun, lubang-lubang bekas tambang tersebut ternyata hanya ditutup oleh beberapa lembar seng bekas dengan tulisan semacam ‘dilarang bermain’,” tutur Rahmawati. Dari kekecewaan tersebut, Rahmawati tidak lagi memiliki keinginan untuk memilih gubernur.

Pada penutup diskusi, Tommy, yang juga videografer film tersebut, mengemukakan beberapa hal yang ingin disampaikan JATAM lewat film tersebut. Pertama, mempertanyakan kembali kebermanfaatan tambang batubara untuk masyarakat. Kedua, meminta ketergantungan terhadap tambang dikurangi untuk menyelamatkan masyarakat dan lingkungan hidup. “Dengan film ini, JATAM meminta supaya batubara dijadikan pilihan terakhir sumber energi,” pungkas Tommy.

Penulis: Sanya Dinda
Penyunting: Krisanti Dinda

Redaksi

See author's posts

biaya kampanyebiaya politikdemokrasiijon politikobral izin tambangpemilihan daerahpemilihan gubernurtambang batubara
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Diskusi Buku Tersungkur dan Tetap Melawan Rekam Perlawanan...

Interupsi Mahasiswa UGM dalam Diskusi Tiga Menteri Bukan...

Sivitas Akademika Fisipol Desak UGM Ambil Sikap Tegas...

Bara Akar Rumput Aksi Gejayan Tantang Kesewenangan Rezim...

Mahasiswa FIB UGM Gelar Pertunjukan Santet Prabowo-Gibran

Mahasiswa UGM Gelar Aksi Simbolik Pemakaman Prabowo-Gibran

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Diskusi Buku Tersungkur dan Tetap Melawan Rekam Perlawanan Warga Terdampak Proyek Negara

    Juli 2, 2026
  • Interupsi Mahasiswa UGM dalam Diskusi Tiga Menteri Bukan Kerusuhan Impulsif

    Juni 22, 2026
  • Sivitas Akademika Fisipol Desak UGM Ambil Sikap Tegas terhadap Situasi Nasional

    Juni 16, 2026
  • Bara Akar Rumput Aksi Gejayan Tantang Kesewenangan Rezim Prabowo-Gibran

    Juni 16, 2026
  • Mahasiswa FIB UGM Gelar Pertunjukan Santet Prabowo-Gibran

    Juni 16, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM