Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • SERIES
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Corporate Farming: Revolusi Hijau Seri Dua?
Joko Susilo: Gerakan Mahasiswa Perlu Lampaui Fragmentasi Neoliberal
Penghidupan Warga Kampung Laut dalam Bayang Perampasan Lahan
Akademisi dan Mahasiswa Soroti Mahalnya UKT Hingga Ketidakpastian...
Amarah Ibu Berisik atas Kekacauan Program MBG yang...
Massa Aksi Tuntut Polda DIY Usut Tuntas Tuduhan...
Premanisme Negara dalam Aksi Okupasi Simpang Gramedia
Aksi “Agustus Gelap” Desak Pemerintah Tuntaskan Persoalan Rakyat
Taufiqurrahman: Produksi Pengetahuan Tanpa Komersialisasi Bukan Upaya Mustahil
LPM Philosofis Hadapi Ancaman Pembubaran oleh Dekanat

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • SERIES
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
KABARKILAS

Peran OJK dalam Industri Perbankan Syariah

November 19, 2014

ervina

 

“Jika bertanya tentang kesiapan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengawasi industri perbankan syariah, jawabannya tentu siap, tetapi bagaimana dengan penyelenggaranya?” Kalimat tersebut dilontarkan Dr. H. Setiawan Budi Utomo, MA dalam acara talkshow nasional yang diselenggarakan Keluarga Muslim Fakultas Hukum (KMFH) UGM, Minggu (16/11). Dalam pemaparannya, Kepala Bagian Departemen Perbankan Syariah OJK itu mengungkapkan rendahnya kepemilikan aset industri jasa keungan syariah Indonesia di tataran global. Meskipun demikian, Indonesia adalah ‘the biggest player’. “Hal itu karena jumlah bank syariah dan penduduk di Indonesia sangat banyak,” jelas peraih Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjajaran tersebut.

Untuk itu, menurutnya, diperlukan strategi pengembangan industri jasa keuangan syariah dari berbagai aspek. Beberapa di antaranya meliputi sumber daya manusia, tata kelola, manajemen risiko, pengaturan, dan pengawasan. “OJK sendiri saat ini sedang menyusun masterplan Pengembangan Industri Syariah Indonesia, tetapi memang belum final,” ungkap Setiawan.

Acara yang berlangsung di Hall Bulaksumur University Club tersebut bertajuk “Kesiapan OJK dalam Pengawasan Industri Perbankan Syariah.” Selain Setiawan, hadir pula Khotibul Umam, S.H., LL.M, Dosen Bagian Hukum Islam Fakultas Hukum UGM, sebagai pembicara. Sementara itu, dari kalangan praktisi, hadir Ir. Wahsi Prasodjo, M.M. selaku Pimpinan Cabang BNI Syariah Yogyakarta.

Berbeda dengan Setiawan, Khotibul Umam, S.H., LL.M lebih menekankan pentingnya peran OJK dalam pengaturan dan pengawasan perbankan syariah di Indonesia. “Peran tersebut misalnya mencabut izin usaha yang tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan,” jelasnya. Hal tersebut juga harus diimbangi dengan upaya perbankan dalam ketaatan terhadap prinsip syariah.

Talkshow yang berlangsung selama empat jam tersebut merupakan puncak dari rangkaian acara Muslim Law Fair (MLF) 2014. Sebelumnya, telah diadakan berbagai kegiatan seperti bedah buku, lomba untuk pelajar tingkat TK hingga Perguruan Tinggi, dan ditutup dengan talkshow. “Dalam talkshow ini juga akan diumumkan pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat Nasional,” ujar Andi Ari Setiawan selaku Ketua Panitia MLF 2014.

Mengusung tema “Proud to Be Moslem”, Andi berharap lewat acara ini ada penyegaran kembali semangat pemuda terhadap identitasnya sebagai muslim. Ke depan, ia berharap acara-acara seperti ini semakin sering diadakan. Andi menilai di Yogyakarta ada banyak sekali acara seperti konser musik dan sebagainya, tetapi sedikit sekali acara yang menyuguhkan wawasan seputar keagamaan. “Tujuannya agar ada penyeimbang,” pungkasnya. [Ervina Lutfikasari]

 

 

 

Administrator

See author's posts

OJKPerbankan SyariahSyariah
0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Akademisi dan Mahasiswa Soroti Mahalnya UKT Hingga Ketidakpastian...

Amarah Ibu Berisik atas Kekacauan Program MBG yang...

Massa Aksi Tuntut Polda DIY Usut Tuntas Tuduhan...

Premanisme Negara dalam Aksi Okupasi Simpang Gramedia

Aksi “Agustus Gelap” Desak Pemerintah Tuntaskan Persoalan Rakyat

LPM Philosofis Hadapi Ancaman Pembubaran oleh Dekanat

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Corporate Farming: Revolusi Hijau Seri Dua?

    September 24, 2026
  • Joko Susilo: Gerakan Mahasiswa Perlu Lampaui Fragmentasi Neoliberal

    September 24, 2026
  • Penghidupan Warga Kampung Laut dalam Bayang Perampasan Lahan

    September 18, 2026
  • Akademisi dan Mahasiswa Soroti Mahalnya UKT Hingga Ketidakpastian Lapangan Kerja

    September 15, 2026
  • Amarah Ibu Berisik atas Kekacauan Program MBG yang Tak Terusik

    September 12, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM