Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
Latest post
Diskusi Buku Tersungkur dan Tetap Melawan Rekam Perlawanan...
Interupsi Mahasiswa UGM dalam Diskusi Tiga Menteri Bukan...
Sivitas Akademika Fisipol Desak UGM Ambil Sikap Tegas...
Bara Akar Rumput Aksi Gejayan Tantang Kesewenangan Rezim...
Mahasiswa FIB UGM Gelar Pertunjukan Santet Prabowo-Gibran
Pelindung atau Musuh dalam Selimut?
Mahasiswa UGM Gelar Aksi Simbolik Pemakaman Prabowo-Gibran
Darurat Kriminalisasi Aborsi
Diskusi Publik Ketenagakerjaan DIY Tuntut Prabowo Tepati Janji...
Aksi “Matikan Aplikasi” Pekerja Platform Tuntut Penghapusan Status...

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • WAWANCARA
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
    • INSAN WAWASAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • Tentang Kami
    • KONTAK
    • Masthead
  • ENEN
  • IDID
KABARKILAS

Menyemai Optimisme Media Komunitas

Desember 1, 2012
Yuda.bal

Yuda.bal

 

“Media komunitas harus dapat meresahkan masyarakat. Mereka harus dibuat resah terhadap keadaan di sekitarnya. Hanya dengan cara demikian, masyarakat akan tetap kritis menyikapi situasi komunitasnya.” Hal tersebut diungkapkan Sholeh U.G, praktisi media komunitas Yogyakarta dalam acara “Deklarasi dan Sarasehan Paguyuban Media Cetak Komunitas DIY” pada Kamis (29/11). Acara ini diselenggarakan di Bangsal Wiyotoprojo, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, guna  mempertemukan para pegiat komunitas media cetak yang ada di DIY. Selain Sholeh, hadir pula Antonius Darmanto, pegiat Masyarakat Peduli Media, sebagai pemateri dan Kusumo Prabowo menjadi moderator.

Mengawali diskusi, Prabowo menyatakan banyak media cetak komunitas di Yogyakarta yang tidak terdengar lagi gaungnya. Media-media tersebut mati karena sebagian besar dari mereka gagal mengelola media komunitasnya. Atas dasar itulah Paguyuban Media Cetak Komunitas DIY (PMCK-DIY) ini didirikan. “Dengan adanya paguyuban ini, diharapkan mampu menjadi wadah komunikasi dan wadah komunitas kepenulisan bagi masyarakat DIY,” ujar Prabowo.

Menanggapi hal ini, Darmanto mengungkapkan bahwa karakteristik pengelolaan media komunitas dengan media publik dan swasta sangat berbeda. Media publik bertujuan menjaga integrasi bangsa dan negara, sedangkan media swasta bergerak berdasarkan permintaan pasar. “Kalau media komunitas jelas tidak punya kepentingan apa-apa, kecuali untuk kepentingan masyarakatnya,” ujarnya.

Lebih lanjut Darmanto mengkritisi perubahan orientasi media-media komunitas saat ini. Menurutnya, banyak diantara media-media tersebut yang lupa memelihara dan mengembangkan komunitasnya. Mereka terbawa isu yang ditampilkan oleh media arus utama(mainstream) sehingga isu yang ada di sekitarnya terabaikan. Misalnya, warga desa lebih mengetahui tentang isu-isu di luar daripada isu yang ada disekitarnya. “Masa berita tentang pernikahan seorang artis lebih diketahui daripada berita-berita di lingkungan sekitarnya,” jelasnya.

Senada dengan pernyataan Darmanto, Sholeh menambahkan bahwa media komunitas berkewajiban untuk mampu membaca masyarakat. Membaca masyarakat berarti memahami kebutuhan masyarakat, bukan sekedar menuruti keinginan saja. “Misalnya pers mahasiswa bisa memahami kegalauan komunitasnya yang lebih takut terhadap aturan kehadiran 75 persen daripada tidak mendapat ilmu saat kuliah,” ungkap Sholeh berapi-api.

Selain mengadakan diskusi, dalam acara ini juga digelar deklarasi paguyuban sekaligus pelantikan pengurus PMCK-DIY periode 2012-2013. Muhammad Khibran dilantik sebagai ketua di tengah-tengah bangsal oleh Hendar Susilowati, S.H., Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda DIY, sebagai perwakilan gubernur. Di sisi selatan bangsal, digelar pameran produk-produk media cetak komunitas Yogyakarta. Produk-produk tersebut dicetak oleh komunitas-komunitas masyarakat secara mandiri. Sebut saja Warta Desa Tamanmartani, Wartapasar,Lentera Buruh, Djoeang Moeda, dan masih banyak lagi.

Kesempatan berkumpulnya pegiat media cetak komunitas ini tidak disia-siakan oleh para peserta. Mereka saling bertukar produk dan berdiskusi menganai cara pengelolaan media masing-masing. Celetukan Prabowo pun mengakhiri acara diskusi dan sarasehan ini. “Mboknama paguyubannya ini nanti diganti ya. Mosok PMCK? Nanti malah dikira Paguyuban Mandi Cuci Kakus,” ujarnya diiringi tawa peserta sarasehan. [M. Ageng Yudhapratama R, Khairul Arifin]

Administrator

See author's posts

0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Diskusi Buku Tersungkur dan Tetap Melawan Rekam Perlawanan...

Interupsi Mahasiswa UGM dalam Diskusi Tiga Menteri Bukan...

Sivitas Akademika Fisipol Desak UGM Ambil Sikap Tegas...

Bara Akar Rumput Aksi Gejayan Tantang Kesewenangan Rezim...

Mahasiswa FIB UGM Gelar Pertunjukan Santet Prabowo-Gibran

Mahasiswa UGM Gelar Aksi Simbolik Pemakaman Prabowo-Gibran

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pos Terbaru

  • Diskusi Buku Tersungkur dan Tetap Melawan Rekam Perlawanan Warga Terdampak Proyek Negara

    Juli 2, 2026
  • Interupsi Mahasiswa UGM dalam Diskusi Tiga Menteri Bukan Kerusuhan Impulsif

    Juni 22, 2026
  • Sivitas Akademika Fisipol Desak UGM Ambil Sikap Tegas terhadap Situasi Nasional

    Juni 16, 2026
  • Bara Akar Rumput Aksi Gejayan Tantang Kesewenangan Rezim Prabowo-Gibran

    Juni 16, 2026
  • Mahasiswa FIB UGM Gelar Pertunjukan Santet Prabowo-Gibran

    Juni 16, 2026

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM